<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Islam</title>
	<atom:link href="http://cyberhamzah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cyberhamzah.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan artikel, buletin, file, software Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2009 12:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cyberhamzah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumah Islam</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cyberhamzah.wordpress.com/osd.xml" title="Rumah Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cyberhamzah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peranan Wanita dalam Islam</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/peranan-wanita-dalam-islam/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/peranan-wanita-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 05:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Kaum wanita tak diragukan lagi memiliki kedudukan khusus dalam tatanan masyarakat Islam. Kedudukan itu amat mulia, tidak mengurangi hak-hak mereka, juga tidak menjadikan nilai kemanusiaannya rapuh. Wanita muslimah di tengah masyarakatnya ditempatkan dalam posisi yang amat mulia. Islam memandang wanita lewat kesadaran terhadap tabi&#8217;atnya, hakekat risalahnya serta pemahaman terhadap konsekwensi logis dari sepesial kodrat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=47&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum wanita tak diragukan lagi memiliki kedudukan khusus dalam tatanan masyarakat Islam. Kedudukan itu amat mulia, tidak mengurangi hak-hak mereka, juga tidak menjadikan nilai kemanusiaannya rapuh.</p>
<p>Wanita muslimah di tengah masyarakatnya ditempatkan dalam posisi yang amat mulia. Islam memandang wanita lewat kesadaran terhadap tabi&#8217;atnya, hakekat risalahnya serta pemahaman terhadap konsekwensi logis dari sepesial kodrat yang dianugerahkan Allah Ta&#8217;ala kepadanya.</p>
<p>Karena itu, wanita dalam masyarakat Islam memiliki peranan yang sangat penting, tetapi sesuai dengan bingkai yang telah digariskan oleh Islam. Dalam kata lain peranan itu tidak bertentangan dengan kodratnya sebagi wanita, yang dalam susunan biologis dan nilai-nilai kejiwaannya berbeda dengan laki-laki.</p>
<p>Jika tanpa memandang sisi tersebut, tentu tidak akan tampak perbedaan mencolok yang ada antara pria dengan wanita. Dan dengan demikian, wanita serta merta kehilangan kodrat kewanita-annya. Pada tingkat selanjutnya, wanita tak lagi menempati kedudukan khusus dan mulia dipandang dari sisi kodratnya. Sebaliknya nilai-nilai kewanitaannya akan dicibir dan dihinakan. Bahkan banyak yang malah dieksploitir laki-laki &#8211;tak jarang pula yang dengan sukarela melakukannya sendiri&#8211; melalui peman-faatan susunan biologisnya yang membakar nafsu.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Memuliakan wanita secara hakiki, hanyalah dengan mengembangkan potensinya sesuai dengan kodrat kewa-nitaannya. Jika tidak maka ukuran itu akan menjadi berbalik seratus delapan puluh derajat. Jangan heran jika nanti kekuasaan berada di tangan kaum hawa, atau mereka menolak untuk mengan-dung, menyusui anaknya sendiri sebagai bentuk pertunjukan kejantanan kepada sang suami. Serta akan menjadi wajar pula -seperti saat ini banyak kita temui- jika laki-laki hanya menjadi penunggu rumah, mengatur dan membersihkan-nya, serta menyediakan makanan sambil menunggu isterinya pulang kerja.</p>
<p>Kenyataan di atas akan semakin membudaya jika masyarakat membiar-kan wanita tanpa kendali, berbuat sekehendaknya sesuai dengan panggilan hawa nafsu. Sehingga, kodrat kewanita-annya tidak lagi membatasi. Ketentuan-ketentuan syara&#8217; yang memposisikannya dalam kedudukan mulia dan terhormat, juga tidak menjadi norma yang dita&#8217;ati.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>UKURAN NORMA-NORMA MASYARAKAT BARAT</strong></p>
<p>Tak diragukan lagi, masyarakat barat telah menjungkirbalikkan ukuran norma dan nilai-nilai kewanitaan. Kaum wanita diposisikan sejajar dengan laki-laki dalam segala hal, dari masalah yang besar hingga soal-soal yang terkecil. Seruan pembebasan wanita itu telah dipetik hasilnya sejak lama. Masyarakat barat yang mengibarkan bendera pembebasan wanita itu lalu menebarkan racun emansipasi di tengah umat Islam. Para penyeru itu lupa lebih tepat dikatakan pura-pura lupa terhadap masing-masing kodrat dua jenis makhluk tersebut. Secara biologis dan kejiwaan keduanya diciptakan Allah Ta&#8217;ala secara berbeda.</p>
<p>Tapi sungguh tidak mengherankan, karena apa yang mereka inginkan lebih dari sekedar persamaan. Persamaan yang mereka serukan hanyalah sarana pemuasan nafsu mereka secara bebas. Mereka tidak lagi menjadikan agama sebagai rujukan masalah. Mereka ragu bahkan ingkar terhadap kepercayaan agama. Sebelum dan sesudahnya mereka telah menginginkan supaya kemungkaran merajalela di tengah masyarakat muslim.</p>
<p>Mereka menginginkan kehancuran Islam. Dan mereka tahu, kuncinya berada di tangan wanita. Karena itu pula, Nabi tidak mewasiatkan tentang fitnah yang lebih berbahaya atas kaum lelaki selain dari wanita. Dan jalan menuju kerusakan suatu kaum, tidak lain adalah melalui kaum wanita.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>FAKTA SEJARAH</strong></p>
<p>Sejarah bersaksi, bahwa faktor kehancuran budaya Yunani yang paling menonjol adalah karena keluarnya para wanita secara bebas di berbagai lapang-an pekerjaan. Jalanan dipenuhi oleh para wanita yang keluar rumah, berdesak-desakan dan berkompetisi dengan kaum lelaki. Dari sini, kemudian timbul fitnah. Kaum lelaki lantas kehilangan kendali, akhlaknya dipertaruhkan. Padahal jika akhlak sebuah masyarakat lenyap, maka lenyap pula eksistensi masyarakat itu. Kehancuran merajalela, karena akhlak tak lagi menjadi pengendali jiwa. Tak ada lagi kebaikan di tengah manusia. Dari sini, kembalilah masyarakat tersebut kepada bentuk masyarakat hewani. Masyarakat yang melampias-kan semua nafsu dan keinginan tanpa memperhatikan norma dan nilai-nilai yang ada.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KONDISI MASYARAKAT MUSLIM SEKARANG INI:</strong></p>
<p>Masyarakat muslim saat ini telah berada di bibir jurang dari kenyataan yang menyakitkan tersebut. Penyeru- penyeru pembebasan wanita tentu telah gembira melihat fenonena umum di tengah masyarakat muslim. Wanita bekerja di luar rumah, pakaian yang tidak menutup aurat dan hancurnya akhlak serta nilai-nilai Islam. Dan memang itulah tujuan yang mereka canangkan. Dengan kenyataaan ter-sebut, serta merta masyarakat muslim menjadi masyarakat yang terhina, terbelakang dan senantiasa ketinggalan dalam segala bidang kehidupan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KEDOK PARA PENYERU EMANSIPASI</strong></p>
<p>Hal yang sungguh menyakitkan adalah para musuh Islam tersebut berupaya mengaitkan seruan mereka dengan nilai-nilai Islam. Mereka berargumentasi bahwa pada zaman Rasulullah kaum hawa juga ikut keluar berjihad menyertai beliau.</p>
<p>Untuk membantah apa yang mereka katakan dan inginkan lewat argunentasi di atas, hendaknya kita memandang beberapa hal berikut ini:</p>
<ol>
<li>Pada zaman kegemilangan itu, kepergian wanita ke medan perang bukan suatu faktor kekuatan penting. Di samping,, keikutsertaan mereka di dalam berperang adalah atas nama pribadi tidak atas nama kelompok.</li>
<li>Para wanita itu tidak ikut serta keluar ke medan jihad kecuali dengan izin Rasulullah dan atas desakan dari mereka sendiri.</li>
<li>Keperanan wanita di medan perang disesuaikan dengan kodrat kewanitaannya. Mereka tidak ikut latihan berkuda sebagaimana yang dilakukan kaum lelaki, juga tidak bersenjatakan pedang atau perisai. Kecuali karena situasi yang sangat mendesak dan gawat, seperti yang dilakukan oleh Nusaibah binti Ka&#8217;b yang membela Rasulullah dengan pedangnya pada perang Uhud, juga sahabat wanita yang lain, seperti Rumaisha&#8217; yang dengan golok merobek perut setiap kaum musyrikin yang melewatinya.</li>
<li>Dan ini yang terpenting, para wanita yang pergi ke medan jihad tidak berangkat kecuali dengan mahram yang senantiasa menyertainya.</li>
</ol>
<p>Dari sini jelaslah bahwa para wanita Islam&#8211;sesuai fakta sejarah- tidak ikut serta membentuk pasukan militer seperti yang dilakukan kaum lelaki di medan jihad. Dan secara hukum, mereka tidak diwajibkan memenuhi panggilan jihad sebagaimana kaum lelaki. Dan kalau misalnya ikut serta, maka keperanannya di medan jihad adalah sebatas kodrat kewanitaannya. Hal ini berdasarkan hadits Ummu &#8216;Athiyah:</p>
<p>&#8220;<em>Aku ikut berperang bersama Nabi sebanyak tujuh kali, aku menggantikan mereka dalam menjaga perbekalan, aku buatkaan mereka makanan, aku obati mereka yang terluka dan aku menjaga mereka yang sakit.</em>&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Membuat makanan, mengobati orang terluka dan menjaga orang sakit adalah pekerjaan yang memang sesuai dengan kodrat wanita. Di masyarakat manapun memang itulah peranan yang seyogyanya di perankan oleh wanita. Dan perlu digarisbawahi, keikutsertaan wanita dalam melakukan hal-hal di atas dalam suasana perang- hanyalah sunnah, tidak wajib.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SERUAN PERSAMAAN HAK DI ERA RASULULLAH:</strong></p>
<p>Pada masa Nabi kaum hawa pernah menuntut agar diberi kesempatan melakukan jihad secara kelompok dan terorganisir, sebagaiman mereka juga menuntut agar diberi pahala jihad yang sama dengan kaum lelaki. Salah seorang dari sahabat wanita atas nama segenap kaum wanita pada waktu itu, mengadu kepada Rasulullah: &#8220;<em>Wahai Rasulullah, aku adalah delegasi segenap kaum muslimah kepadamu. Jihad telah diwajibkan oleh Allah atas kaum lelaki. Jika mereka menang mereka mendapatkan balasan pahala, dan jika mereka terbunuh maka mereka tetap hidup di sisi Allah dan diberi rizki. Lalu, apa bagian kami (kaum wanita) dari itu semua?</em>&#8221; Nabi menjawab: &#8220;<em>Sampaikanlah kepada segenap kaum muslimah yang engkau temui, bahwa keta&#8217;atan kepada suami dan memenuhi hak-haknya adalah sama dengan itu (jihad). Tetapi sedikit sekali dari kalian yang melakukannya.</em>&#8220;</p>
<p>Jadi, keta&#8217;atan kepada suami dan memenuhi hak-haknya adalah senilai dengan pahala jihad fisabililllah. Karena itu, arena jihad wanita muslimah adalah di rumah, melayani suaminya dengan baik dan memenuhi hak-haknya. Tidak dengan keluar secara terorganisir me-manggul senjata sebagaimana yang diinginkan oleh para penyeru emansipasi.</p>
<p>Sebenarnya yang mereka inginkan adalah pergaulan bebas antara kaum adam dan hawa tanpa batas di setiap lapangan kehidupan, bahkan hingga di medan perang. Mereka ingin menikmati tubuh wanita yang tidak menutup auratnya.</p>
<p>Di samping itu, seakan-akan mereka menuduh kaum pria begitu lemah dan telah kehilangan kekuatan-nya. Seakan medan perang telah hilang pilar penyangganya, sehingga harus diisi oleh kaum wanita yang secara struktural biologis lebih lemah dari pria. Sungguh suatu pemutarbalikan kebenaran dan membungkus kebatilan dengan baju kebenaran.</p>
<p>Karena itu, hendaknya para penyeru emansipasi utamanya dari kalangan umat Islam- memahami bahwa jihad wanita berdasarkan hadits adalah keberang-katannya melaksanakan haji dan umrah.</p>
<p>Sedangkan shalatnya yang lima waktu, keta&#8217;atannya kepada suami serta puasanya di bulan Ramadhan pahalanya menyamai pahala jihad. Jika tidak mau memahami juga, hendaknya para wanita muslimah menyadari bahwa seruan emansipasi pria wanita itu tak lain hanyalah salah satu upaya penghancuran Islam dari dalam. Agar mereka tak lagi mematuhi ajaran-ajaran agama.</p>
<p>Maka wahai saudariku muslimah, tutuplah pintumu dari seruan mereka yang hendak menghancurkanmu. Perlihatkan kepada mereka keta&#8217;atanmu kepada manhaj dan jalan hidup para isteri Nabi. Hal yang pasti membuat mereka marah dan menjadikan program mereka sia-sia belaka. Hendaknya hanya kepada Allah Ta&#8217;ala wahai wanita muslimah yang mulia, engkau tujukan segenap hidupmu. Dia Yang Maha Suci yang menolong dan meridhaimu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=47&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/peranan-wanita-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merancang Walimah Meriah lagi Berkah</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/merancang-walimah-meriah-lagi-berkah/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/merancang-walimah-meriah-lagi-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 05:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Seputar bulan Dzulhijjah adalah bulannya orang menikah. Banyak walimatul &#8216;ursy yang diadakan. Tentang hal ini Rasulullah saw memberikan tuntunan : &#8220;Adakan walimah, walau dengan seekor kambing&#8230;..&#8221; Buraidah menceritakan, &#8220;Ketika Ali datang melamar Fatimah, bersabdalah Nabi Muhammad saw. &#8216;Sesungguhnya harus, untuk pesta perkawinan ada walimahnya.&#8217;&#8221; (HR. Ahmad) Seperti apa, dan bagaimana menyelenggarakan walimah yang Islami, berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=44&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>S</em></strong>eputar bulan Dzulhijjah adalah bulannya orang menikah. Banyak walimatul &#8216;ursy yang diadakan. Tentang hal ini Rasulullah saw memberikan tuntunan : &#8220;<strong>Adakan walimah, walau dengan seekor kambing&#8230;..&#8221; </strong></p>
<p>Buraidah menceritakan, &#8220;<strong>Ketika Ali datang melamar Fatimah, bersabdalah Nabi Muhammad saw. &#8216;Sesungguhnya harus, untuk pesta perkawinan ada walimahnya.&#8217;&#8221; (HR. Ahmad)</strong></p>
<p>Seperti apa, dan bagaimana menyelenggarakan walimah yang Islami, berikut ini adalah beberapa kiatnya.</p>
<p><strong>1. NIATNYA.</strong> Jangan sampai salah memasang niat, karena segala sesuatu itu tergantung niatnya. Penyelenggaraan walimah pernikahan di dalam Islam memiliki tujuan suci, yaitu untuk mengabarkan kepada khalayak umum tentang pelaksanaan sebuah ijab qabul.</p>
<p>Terjadinya ijab qabul tak boleh disembunyikan dari masyarakat, karena akan menyebabkan terjadinya fitnah dan kemudharatan. Hindari penyelenggaraan walimah dengan niat memamerkan harta yang dimiliki, atau saling bersaing dengan keluarga lain. Hindari pula pelaksanaan walimah karena niat mencari sensasi, mencari popularitas. Bahkan ada yang berniat menyakiti hati orang lain dengan cara mengadakan walimah besar-besaran.</p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p><strong>2. WAKTUNYA.</strong> Sebenarnya tak ada ketentuan khusus mengenai pilihan waktu penyelenggaraan. Bisa di saat ijab qabul atau sesudahnya. Boleh di hari pertama pengantin berkumpul. Boleh pula beberapa hari sesudahnya. Biasanya, pilihan waktu ini disesuaikan dengan adat dan kebiasaan yang berlaku di satu tempat, juga ketersediaan anggaran.</p>
<p><strong>3. UNDANGANNYA.</strong> Mengundang sanak kerabat, teman dan tetangga sangat bermanfaat untuk menyambung tali silaturrahim. Mengundang siapa saja pun boleh seperti Rasulullah saw yang berpesan kepada sahabat untuk mengundang &#8216;siapa saja yang kau temui&#8217; pada saat pernikahan beliau.</p>
<p>Tetapi hendaknya tidak membeda-bedakan undangan, seperti dipesankan beliau, &#8220;<strong>Sejelek-jelek makanan ialah makanan walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya akan tetapi meninggalkan orang-orang miskin.&#8221; (HR Bukhari) </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4. PENJAGAAN SYARIAHNYA.</strong> Keinginan mengadakan walimah pernikahan yang meriah tak jarang membuat orang mengabaikan nilai-nilai syariah dalam Islam. Pendapat &#8216;hanya sekali dalam hidup&#8217; sering dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran. Beberapa hal yang sering terjadi antara lain:</p>
<p><strong>* Memajang Pengantin. </strong>Dengan berbagai macam alasan, orang suka mendudukkan pengantin yang telah berdandan dan berpakaian menarik bersanding berdua di atas kursi pengantin. Kursi ini diletakkan persis di depan menghadap ke para undangan. Dengan dihiasi dekorasi yang sangat menarik, jadilah pasangan pengantin sebagai pusat perhatian seluruh undangan.</p>
<p>Memang benar tujuan utama walimah pernikahan adalah mengabarkan terjadinya sebuah akad nikah, namun tidaklah berarti harus mempertontonkan pengantin putri kepada undangan pria, dan pengantin putra kepada undangan wanita. Dalam salah satu pernikahan Rasulullah saw, beliau mengundang para sahabat datang berkunjung. Pada saat itu beliau berada bersama istri beliau, namun sang istri membalikkan badan, tidak menghadap kepada para sahabat.</p>
<p>Jika kita berkeinginan sekadar memperkenalkan pengantin juga tidak mengapa, tetapi tidaklah perlu sepanjang acara berlangsung, dari awal sampai akhir.</p>
<p>Akan lebih baik jika memperkenalkan pengantin di tempat terpisah. Pengantin putra diperkenalkan kepada undangan pria dan pengantin putri diperkenalkan kepada undangan wanita di tempat tersendiri. Kalau toh terpaksa harus diperkenalkan bersama-sama, bisa dipilih waktu secukupnya, misalkan di akhir acara, saat undangan hendak memberikan ucapan selamat, atau pada saat berfoto.</p>
<ul>
<li><strong>Busana pengantin. </strong>Iming-iming untuk bisa tampil istimewa dengan dandanan khas pengantin cukup merangsang. Para pengantin, terutama pengantin putri perlu waspada. Jangan terjebak bujukan &#8216;sekali seumur hidup&#8217; untuk bersedia memperlihatkan aurat pada saat ini. Bagaimana jika pada saat seperti itu kita meninggal?</li>
</ul>
<p>Alhamdulillah, busana pengantin muslimah sekarang sudah mulai disukai. Desainnya pun bervariasi dan menarik. Ada pula yang dipadukan dengan ciri kedaerahan sehingga nampak mirip busana daerah. Namun perlu juga hati-hati memilih model, karena ada busana pengantin muslim yang begitu bagusnya, tetapi menggunakan kain yang menerawang, masih memperlihatkan leher, memakai sanggul palsu atau terlalu ketat ke badan. Yang seperti ini sebaiknya disempurnakan lagi.</p>
<p><strong>* Hijab undangan.</strong> Memisahkan tempat duduk para undangan adalah upaya menegakkan hijab dengan baik. Tentunya tidak harus dengan tabir tinggi yang begitu ketat sehingga mengurangi nilai keindahan. Batas antara tempat undangan pria dan wanita bisa dirancang yang indah dan menarik, misalkan dengan tatanan taman bunga yang indah. Ini terutama jika diperkirakan para undangan banyak terdiri dari mereka yang belum sepenuhnya mengerti makna hijab.</p>
<p>Bila undangan lebih spesifik, dengan pemahaman terhadap hijab yang cukup, maka memisahkan ruang para undangan adalah alternatif terbaik.</p>
<ul>
<li><strong>Rangkaian Acara.</strong> Banyak alternatif rangkaian acara bisa dipilih, asalkan tidak sampai melanggar nilai-nilai Islam. Adat daerah dalam walimah pernikahan hendaknya diseleksi terlebih dahulu. Yang dikhawatirkan menyimpang dari nilai Islam lebih baik ditinggalkan. Adat yang tidak menyimpang, melinkan sekadar sebuah kebiasaan bisa dilaksanakan dengan lebih dititikberatkan kepada pengambilan hikmahnya.</li>
</ul>
<p>Beberapa acara yang tidak perlu diperlihatkan kepada undangan bisa dilaksanakan hanya di antara keluarga dekat saja. Seperti acara ijab qabul, pemberian do&#8217;a pengantin putra kepada istrinya, pemberian mahar dan sungkem kepada ayah-ibu.</p>
<ul>
<li><strong>Acara foto bersama.</strong> Berfoto bersama keluarga besar pengantin diperbolehkan, dengan tetap memperhatikan hijab. Perlu diperhatikan bahwa dalam keluarga besar sekalipun ada yang tidak satu muhrim dengan pengantin. Boleh berfoto antara mereka dengan tetap memperhatikan aturan hijab seperti tidak bergandengan tangan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Acara hiburan. </strong>Tidak ada tujuan lain dari penyelenggaraan acara hiburan selain menggembirakan undangan dan memeriahkan acara. Hukumnya hanya mubah. Jika disepakati mengadakan acara ini, hendaknya dicari acara yang diperbolehkan dalam Islam. Tidak menimbulkan kemudharatan, tidak merangsang nafsu birahi dan menimbulkan fitnah.</li>
</ul>
<p><strong>5. TIDAK BERMEWAH-MEWAH</strong></p>
<p><strong> </strong>Segala sesuatu yang berlebih-lebihan akan membawa kemudharatan. Begitu pula pengadaan walimah. Menghabiskan uang jutaan adalah hal yang lumrah untuk orang sekarang. Tetapi sebaiknya kita pun instrospeksi kembali, sebesar itukah keperluan sebuah walimah? Sedangkan kriteria dari Rasulullah tak lebih dari seekor kambing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=44&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/merancang-walimah-meriah-lagi-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Seorang Ukhti</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/doa-seorang-ukhti/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/doa-seorang-ukhti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 05:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Tuhanku&#8230; Aku berdo&#8217;a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting Yang penting adalah sebuah hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=42&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhanku&#8230;</p>
<p>Aku berdo&#8217;a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku</p>
<p>Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu</p>
<p>Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau</p>
<p>Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu</p>
<p>Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting</p>
<p>Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau</p>
<p>dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya</p>
<p>Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<p>Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas</p>
<p>Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku</p>
<p>Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah</p>
<p>Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku</p>
<p>Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi</p>
<p>Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya</p>
<p>Tuhanku&#8230;</p>
<p>Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,</p>
<p>sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu</p>
<p>Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya</p>
<p>Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya</p>
<p>Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya</p>
<p>Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna</p>
<p>Tuhanku&#8230;</p>
<p>Aku juga meminta,</p>
<p>Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga</p>
<p>Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku</p>
<p>Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu</p>
<p>Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya</p>
<p>Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya</p>
<p>Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,</p>
<p>mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi</p>
<p>Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:</p>
<p>&#8220;Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.&#8221;</p>
<p>Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat</p>
<p>Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan</p>
<p>Amin&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=42&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/06/doa-seorang-ukhti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fathimah az-Zahraa</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/fathimah-az-zahraa/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/fathimah-az-zahraa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 10:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[fatimah]]></category>
		<category><![CDATA[sohabiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasululllah saw dan ibunya Ummahaatul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat peristiwa yang agung, yaitu saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad tentang perselisihan yang hebat di antara mereka untuk meletakkan Hajar Aswad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=38&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasululllah saw dan ibunya Ummahaatul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat peristiwa yang agung, yaitu saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad tentang perselisihan yang hebat di antara mereka untuk meletakkan Hajar Aswad setelah diadakan pembaharuan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Rasulullah saw mendapat kabar gembira dengan kelahiran putrinya dan nampaklah barakah dan keberuntungan dengan kelahiran putrinya tersebut. Beliau memberikan julukan kepada Fathimah dengan &#8220;az-Zahraa&#8221; (bunga). Beliau dikunyahkan pula dengan Ummu Abiha (ibu dari ayahnya). Beliau adalah yang paling mirip dengan ayahnya Muhammad saw.</p>
<p>Fathimah tumbuh dan berkembang dalam rumah tangga nabawi dengan sifat yang baik, lemah lembut, dan terpuji. Dengan sifat-sifat inilah beliau tumbuh di atas kehormatan yang sempurna, jiwa yang berwibawa, cinta akan kebaikan, dan akhlak yang baik dengan mengambil teladan dari ayahnya Rasulullah saw dalam seluruh tindak-tanduknya.</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Manakala usia Fathimah mendekati lima tahun, mulailah suatu perubahan besar dalam kehidupan ayahnya dengan turunnya wahyu kepada beliau, sehingga Fathimah turut merasakan awal mula ujian dakwah. Beliau menyaksikan dan berdiri di samping kedua orang tuanya serta membantu keduanya dalam menghadapi setiap bahaya. Beliau juga menyaksikan serentetan tipu daya orang-orang kafir terhadap ayahnya yang agung, sehingga beliau berangan-angan seandainya saja dia mampu, maka akan ditebus dengan nyawanya untuk menjaga beliau dari gangguan orang-orang musyrik. Hanya saja ketika itu beliau masih kecil.</p>
<p>Di antara penderitaan yang paling berat pada permulaan dakwah adalah pemboikotan yang kejam yang dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap kaum muslimin bersama Bani Hasyim pada suku Abu Thalib. Sehingga, pemboikotan dan kelaparan tersebut berpengaruh kepada kesehatan beliau. Oleh karena itu, sisa umurnya yang panjang beliau alami dengan fisik yang lemah.</p>
<p>Belum lagi az-Zahraa&#8217; kecil keluar dari ujian pemboikotan, tiba-tiba (ibunya) Khadijah wafat yang menyebabkan jiwa beliau penuh dengan kesedihan, penderitaan, dan kesusahan. Setelah wafatnya ibunda, beliau merasakan ada tanggung jawab dan pengorbanan yang besar di hadapannya untuk membantu ayahnya yang sedang meniti jalan yang keras di jalan dakwah kepada Allah. Terlebih-lebih setelah wafatnya pamanda beliau, Abu Thalib, dan istri beliau yang setia yakni Khadijah, sehingga berlipat gandalah kesungguhan Fathimah dalam memikul beban dengan penuh kesabaran dan keteguhan mengharap pahala Allah. Beliau mendampingi sang ayah dan maju sebagai pengganti tugas-tugas ibunya. Dengan sebab itulah Fathimah diberi gelar &#8220;Ibu dari ayahnya&#8221;.</p>
<p>Ketika Rasulullah saw mengijinkan bagi para sahabat untuk hijrah ke Madinah, beliau menjaga rumah yang agung. Tinggal di dalamnya Ali bin Abu Thalib yang mempertaruhkan jiwanya untuk Rasulullah saw. Beliau tidur di tempat tidur Rasulullah untuk mengelabuhi orang-orang Quraisy (agar mereka menyangka, Nabi belum keluar). Selanjutanya, Ali ra menangguhkan hijrah beliau selama tiga hari di Mekah untuk mengembalikan titipan orang-orang Quraisy yang dititipkan kepada Rasullah saw yang telah berhijrah.</p>
<p>Setelah hijrahnya Ali, hanya Fathimah dan saudara wanitanya, Ummu Kultsum, yang masih tinggal di Mekah, sampai Rasulullah saw mengirimkan sahabat untuk menjemput keduanya pada tahun ketiga sebelum hijrah. Ketika itu, umur Fathimah telah mencapai 18 tahun. Beliau melihat di Madinah para Muhajirin dapat hidup tenang dan telah hilang rasa kesepian tinggal di negeri asing. Rasulullah saw mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, sedangkan beliau ra mengambil Ali ra sebagai saudara.</p>
<p>Setelah menikahnya Rasulullah saw dengan sayyidah &#8216;Aisyah ra, maka orang-orang utama di kalangan sahabat mencoba melamar az-Zahraa&#8217;, setelah mereka pada awalnya menahan diri karena keberadaan dan tugas Fathimah di sisi Rasullah saw. Di antara sahabat yang melamar az-Zahraa&#8217; adalah Abu Bakar dan Umar, akan tetapi Nabi menolak dengan cara yang halus. Kemudian Ali bin Abu Thalib mendatangi Nabi untuk meminang Fathimah. Ali bercerita:<br />
&#8220;Aku ingin mendatangi Rasulullah saw untuk meminang putri beliau yaitu Fathimah. Aku berkata, &#8216;Demi Allah aku tidak memiliki apa-apa, namun aku ingat kebaikan beliau saw, maka aku beranikan diri untuk meminangnya. Nabi saw bersabda kepadaku, <em>&#8216;Apakah kamu memiliki sesuatu?&#8217;</em> Aku berkata, &#8216;Tidak, ya Rasullah.&#8217; Kemudian beliau bertanya, <em>&#8216;Lalu, di manakah baju besi al-Khuthaimah yang pernah aku berikan kepadamu pada hari lalu?&#8217;</em> &#8216;Masih aku bawa, ya Rasullah,&#8217; jawabku. Selanjutnya Nabi saw bersabda, <em>&#8216;Berikanlah baju tersebut kepada Fathimah sebagai mahar&#8217;</em>.&#8221;</p>
<p>Diriwayatkan dari Tsauban ra berkata, &#8220;Rasulullah saw masuk ke rumah Fathimah, sedangkan aku ketika itu bersama beliau. Lalu Fathimah mengambil kalung emas dari lehernya seraya berkata, &#8216;Ini adalah kalung yang dihadiahkan Abu Hasan kepadaku&#8217;, maka beliau bersabda, &#8220;Wahai Fathimah, apakah engkau senang jika orang-orang berkata, &#8216;Inilah Fathimah binti Muhammad, sedangkan di tangannya terdapat kalung dari Neraka?&#8217;, kemudian beliau memarahi Fathimah dengan keras dan menghardiknya, lalu beliau keluar tanpa duduk terlebih dahulu. Maka Fathimah mengambil sikap untuk menjual kalungnya, kemudian hasilnya beliau belikan seorang budak wanita, setelah itu beliau merdekakan. Tatkala hal ini sampai kepada Rasulullash saw, beliau bersabda, &#8216;Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan Fathimah dari api Neraka&#8217; .&#8221;</p>
<p>Oleh karena itu, kedudukan yang diraih oleh Fathimah ra di sisi ayahnya Rasulullah saw tersebut tidaklah menghalangi Rasulullah saw memarahinya, mencelanya, bahkan mengancamnya, dan bahwa sekali-kali Rasulullah saw tidak dapat menolong Fathimah dari kehendak Allah. Bahkan, beliau juga memberikan ancaman, seandainya dia mencuri, maka akan ditegakkanlah hukum atasnya, yakni hukum potong tangan. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis tentang seorang wanita Bani al-Makhzumiyah yang mencuri kemudian kaumnya memintakan ampunan agar wanita itu bebas hukuman melalui Usamah bin Zaid bin Haritsah kekasih Rasulullah saw, maka Rasul pun bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad itu mencuri, niscaya aku mesti potong tangannya.&#8221;</em></p>
<p>Meskipun kasih sayangnya terhadap Fathimah begitu mendalam, Nabi saw lebih mendahulukan pemberiannya kepada orang-orang fakir-miskin daripada kepada Fathimah, sekalipun dalam keadaan susah. Ali ra berkata kepada Fathimah ra, &#8220;Alangkah lelahnya engkau wahai Fathimah, sehingga engkau menyedihkan hatiku. Sungguh Allah telah memberikan tawanan kepada Rasulullah, maka mintalah kepada beliau satu tawanan saja yang akan membantumu dalam bekerja!&#8221; Fathimah menjawab, &#8220;Akan aku lakukan insya Allah.&#8221;</p>
<p>Kemudian, Fathimah mendatangi Nabi saw. Tatkala melihat kedatangannya, beliau menyambutnya dan bertanya, &#8220;Ada keperluan apa engkau datang ke sini wahai anakku?&#8221; Fathimah menjawab, &#8220;Kedatanganku ke sini untuk mengucapkan salam buat ayah.&#8221; Tiba-tiba beliau malu untuk mengutarakan permintaannya, maka beliau pulang dan kembali lagi bersama Ali, lalu Ali menceritakan keadaan Fathimah kepada Nabi saw. Namun, Rasulullah saw bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Demi Allah, aku tidak akan memberikan kepada kalian berdua, sedangkan aku membiarkan ahlu sufah dalam keadaan lapar, aku tidak mendapatkan apa-apa untuk aku infakkan kepada mereka, tapi aku akan menjual para tawanan tersebut dan hasilnya aku akan infakkan kepada mereka.&#8221;</em></p>
<p>Maka, kembalilah mereka berdua ke rumahnya, kemudian Rasulullah saw mendatangi keduanya. Beliau masuk rumah mereka dan mendapatkan keduanya sedang berselimut yang apabila ditutupkan kepalanya, maka terbukalah kakinya dan apabila ditutupkan kakinya, maka terbukalah kepalanya. Keduanya hendak bangkit untuk menyambut Nabi saw, namun beliau bersabda, &#8220;Tetaplah di tempat kalian berdua! Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta kepadaku itu?&#8221; Mereka berdua menjawab, &#8220;Mau, ya Rasulullah!&#8221; Kemudian beliau bersabda,</p>
<p><em>&#8220;Kuajarkan kepada kalian kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, ucapkanlah setiap selesai salat fardhu Subhanallah 10 kali, Alhamdulillah 10 kali dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, maka bacalah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu.&#8221;</em></p>
<p>Maka Ali ra berkata, &#8220;Demi Allah, aku tidak meninggalkan kata-kata ini sejak beliau mengajarkannya kepadaku.&#8221; Salah seorang sahabat bertanya, &#8220;Tidak kau tinggalkan juga tatkala malam di Perang Shiffin?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Walaupun di malam perang shiffin.&#8221;</p>
<p>Sungguh Fathimah ra telah melalui kejadian-kejadian besar yang ruwet dan sangat keras, hal itu beliau alami sejak usia muda tatkala wafatnya ibu beliau, disusul kemudian saudara perempuannya yang bernama Ruqayyah, kemudian pada tahun 8 Hijriyah wafatlah kakaknya yakni Zainab dan pada tahun 9 Hijriyah menyusul kemudian wafatnya Ummi Kultsum.</p>
<p>Beliau juga menanggung hidup dalam kekurangan dan banyak mengalami kesulitan dan kesusahan. Akan tetapi, seorang wanita yang dibina oleh Rasullah saw tidak akan bersedih hati terlebih lagi berputus asa. Bahkan beliau adalah profil dari wanita yang sabar, konsisten dan muhajirah.</p>
<p>Tatkala Rasulullah saw melakukan haji yang terkhir(Hajjatul Wada&#8217;) dan telah meletakkan dasar-dasar Islam dan Allah telah menyempurnakan Dienul Islam, Rasulullah saw menderita sakit. Manakala Fathimah mendengar berita tersebut, beliau dengan segera menemui ayahnya untuk menghibur dan menenangkan hatinya, sementara Rasulullah saw ketika itu bersama dengan Ummul Mukminin Aisyah ra. Pada saat nabi saw melihat kedatangan putrinya, dengan riang gembira beliau bersabda, &#8220;Selamat datang wahai putriku&#8221;, kemudian beliau menciumnya dan mendudukkannya di sebelah kanannya atau di kirinya, kemudian Nabi saw membisikkan sesuatu kepadanya sehingga membuat Fathimah menangis dengan tangisan yang memilukan. Namun, ketika Nabi saw melihat kesedihannya, beliau membisikkan kepadanya untuk yang kedua kali, sehingga menyebabkan Fathimah tertawa. Aisyah berkata, Rasulullah saw mengistimewakan engkau dari seluruh wanita anggota keluarganya dalam hal yang rahasia, tapi kamu malah menangis?&#8221; Tatkala Rasulullah saw sedang berdiri, Aisyah bertanya, &#8220;Apa yang Rasulullah katakan kepadamu&#8221; Fathimah menjawab, &#8220;Aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah saw.&#8221;</p>
<p>Aisyah berkata: &#8220;Ketika Rasulullah saw wafat, aku berkata kepada Fathimah, aku bertekad agar engkau menceritakan kepadaku tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu.&#8221; Fathimah berkata, &#8220;Adapun sekarang, baiklah aku ceritakan. Pada saat beliau membisikiku yang pertama, belia mengatakan bahwa biasanya Jibril memeriksa bacaan Alqurannya sekali dalam setahun, akan tetapi sekarang Jibril memeriksa bacaannya dua kali dalam setahun dan beliau merasa ajalnya sudah dekat Maka takutlah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya aku adalah sebaik-baik penghulu bagimu. Maka aku menangis dengan tangisan yang engkau lihat. Tatkala beliau melihat aku sedih, beliau membisiki aku untuk yang kedua kalinya, beliau bersabda:</p>
<p>&#8220;Wahai Fathimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita di Sorga? Dan engkau adalah anggota keluargaku yang paling cepat menyusulku.&#8221; Mendengar kabar tersebut, maka aku pun tertawa.</p>
<p>Semakin bertambahlah rasa sakit yang diderita Rasul saw dan bertambah sedihlah Fathimah. Beliau berdiri di samping ayahnya untuk menjaga dan membantu beliau serta berusaha untuk bersabar. Akan tetapi, manakala Fathimah melihat ayahnya nampak berat dan mulai kesakitan, Fathimah menangis tersedu-sedu dan berkata dengan suara lirih menandakan kesedihan, &#8220;Sakit wahai ayah&#8230;?&#8221; Maka beliau bersabda: &#8220;Tidak ada sakit lagi bagi ayahmu setelah hari ini.&#8221;<br />
Tatkala beliau wafat, Fathimah berkata: &#8220;Wahai ayah, engkau telah memenuhi panggilan Rabbmu&#8230;Wahai ayah, Jannah Firdaus adalah tempat tinggalmu&#8230; Wahai ayah, kepada Jibril kami beritahukan wafatmu.&#8221;</p>
<p>Ketika Nabi saw dikubur, Fathimah berkata: &#8220;Wahai Anas, bagaimana anda tega menimbun ayah dengan tanah?&#8221; Maka, menangislah az-Zahraa&#8217; ibu dari ayahnya dan menangislah kaum muslimin seluruhnya atas kematian Nabi dan Rasul Muhammad saw dan mereka ingat firman Allah: &#8220;Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.&#8221;(Ali Imran: 144). Dan firman Allah: &#8220;Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu wafat, apakah mereka akan kekal?&#8221; (Al-Anbiyaa&#8217;: 34)</p>
<p>Tidak berapa lama kemudian setelah wafatnya Rasulullah saw, kira-kira enam bulan, az-Zahraa&#8217; sakit. Namun, dirinya bergembira dengan kabar gembira yang telah dikabarkan ayahnya bahwa dirinya adalah anggota keluarga yang pertama yang akan bertemu dengan Nabi saw, dan berpindahlah Fathimah keharibaan Allah SWT pada malam selasa, tanggal 3 Ramadhan 11 Hijriyah tatkala beliau berumur 27 tahun.</p>
<p>Semoga Allah merahmati az-Zahraa&#8217; <em>Raihanah</em> (bunga yang harum) putri dari penghulu anak Adam, istri dari penghulu para prajurit penunggang kuda dan ibu dari Hasan dan Husein, bapaknya para syuhada&#8217; dan ibu dari Zainab pahlawan Karbala&#8217;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=38&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/fathimah-az-zahraa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘Urwah Bin Az-Zubair</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 10:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[urwah bin zubair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[(Kakinya Dibuntung Dengan Gergaji, Karena Menolak Khamar Dan Bius) &#8220;Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat &#8216;Urwah bin az-Zubair&#8221; (Abdul Malik bin Marwan) Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=35&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Kakinya Dibuntung Dengan Gergaji, Karena Menolak Khamar Dan Bius)</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat &#8216;Urwah bin az-Zubair&#8221; (Abdul Malik bin Marwan) </em></p>
<p>Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar tabi&#8217;in mulai berthawaf di sekeliling Ka&#8217;bah, mengharumkan suasana dengan pekikan tahlil dan takbir dan memenuhi hamparan dengan do&#8217;a-do&#8217;a kebaikan.</p>
<p>Dan tatkala orang-orang membuat lingkaran per-kelompok di sekitar Ka&#8217;bah nan agung, yang berdiri kokoh di tengah Baitul Haram dalam kondisi yang berwibawa dan agung. Mereka memenuhi pandangan dengan keindahannya yang memikat, dan memoderator pembicaraan-pembicaraan di antara mereka tanpa keisengan dan perkataan dosa.</p>
<p>Di dekat Rukun Yamani, duduklah empat orang pemuda yang masih remaja dan terhormat nasabnya serta berbaju harum seakan-akan mereka bagaikan merpati-merpati masjid, berbaju mengkilat dan membuat hati jinak karenanya.</p>
<p>Mereka itu adalah &#8216;Abdullah bin az-Zubair, saudaranya; Mus&#8217;ab bin az-Zubair, saudara mereka berdua; Urwah bin az-Zubair dan Abdul Malik bin Marwan.<br />
Terjadi perbincangan ringan dan sejuk di antara anak-anak muda ini, lalu tidak lama kemudian salah seorang di antara mereka berkata,</p>
<p>&#8220;Hendaklah masing-masing dari kita memohon kepada Allah apa yang hendak dia cita-citakan.&#8221;</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p>Maka khayalan mereka terbang ke alam ghaib nan luas, angan-angan mereka berputar-putar di taman-taman harapan nan hijau, kemudian Abdullah bin az-Zubair berkata,</p>
<p>&#8220;Cita-citaku, aku ingin menguasai Hijaz dan memegang khilafah.&#8221;</p>
<p>Saudaranya, Mus&#8217;ab berkata,<br />
&#8220;Kalau aku, aku ingin menguasai dua Irak (Kufah dan Bashrah) sehingga tidak ada orang yang menyaingiku.&#8221;</p>
<p>Sedangkan Abdul Malik bin Marwan berkata,<br />
&#8220;Jika anda berdua hanya puas dengan hal itu saja, maka aku tidak akan puas kecuali menguasai dunia semuanya dan aku ingin memegang kekhilifahan setelah Muawiyah bin Abi Sufyan.&#8221;</p>
<p>Sementara &#8216;Urwah bin az-Zubair terdiam dan tidak berbicara satu kalimat pun, maka saudara-saudaranya tersebut menoleh ke arahnya dan berkata,<br />
&#8220;Apa yang kamu cita-citakan wahai Urwah?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab, &#8220;Mudah-mudahan Allah memberkati kalian semua terhadap apa yang kalian cita-citakan dalam urusan dunia kalian. Sedangkan aku hanya bercita-cita ingin menjadi seorang &#8216;alim yang &#8216;Amil (Mengamalkan ilmunya), orang-orang belajar Kitab Rabb, Sunnah Nabi dan hukum-hukum agama mereka kepadaku dan aku mendapatkan keberuntungan di akhirat dengan ridla Allah dan mendapatkan surga-Nya.&#8221;</p>
<p>Kemudian waktu pun berjalan begitu cepat, sehingga memang kemudian Abdullah bin az-Zubair dibai&#8217;at menjadi Khalifah setelah kematian Yazid bin Muawiyah (Khalifah ke dua dari khilafah Bani Umayyah), dan dia pun menguasai kawasan Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan dan Iraq. Kemudian dia dibunuh di sisi Ka&#8217;bah tidak jauh dari tempat dimana dia pernah bercita-cita tentang hal itu.</p>
<p>Dan ternyata Mus&#8217;ab bin Az-Zubair pun menguasai pemerintahan Iraq sepeninggal saudaranya, &#8216;Abdullah namun dia juga dibunuh di dalam mempertahankan kekuasaannya tersebut.</p>
<p>Demikian pula, Abdul Malik bin Marwan memangku jabatan Khalifah setelah ayahnya wafat, dan di tangannya kaum Muslim bersatu setelah pembunuhan terhadap &#8216;Abdullah bin az-Zubair dan saudaranya, Mus&#8217;ab di tangan pasukan-pasukannya. Kemudian dia menjadi penguasa terbesar di dunia pada zamannya.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan &#8216;Urwah bin Az-Zubair? Mari kita mulai kisahnya dari pertama.</p>
<p>&#8216;Urwah bin az-Zubair dilahirkan setahun sebelum berakhirnya kekhilafahan Umar al-Faruq, di dalam keluarga paling terpandang dan terhormat kedudukannya dari sekian banyak keluarga-keluarga kaum muslimin.</p>
<p>Ayahnya adalah az-Zubair bin al-&#8217;Awwam, sahabat dekat dan pendukung Rasulullah SAW, orang pertama yang menghunus pedang di dalam Islam dan salah satu dari sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga.</p>
<p>Ibunya bernama Asma` binti Abu Bakar yang bergelar berjuluk &#8220;Dzatun Nithaqain&#8221; (Pemilik dua ikat pinggang. Hal ini karena dia merobek ikat pinggangnya menjadi dua pada saat hijrah, salah satunya dia gunakan untuk mengikat bekal Rasulullah SAW dan yang satu lagi dia gunakan untuk mengikat bekal makanannya).</p>
<p>Kakeknya pancar (dari pihak) ibunya tidak lain adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Khalifah Rasulullah SAW dan sahabatnya ketika berada di dalam goa (Tsur). Neneknya pancar (dari pihak) ayahnya bernama Shafiyyah binti Abdul Muththalib bibi Rasulullah SAW sedangkan bibinya adalah Ummul Mukminin &#8216;Aisyah RA. Pada saat jenazah &#8216;Aisyah dikubur, &#8216;Urwah sendiri yang turun ke kuburnya dan meratakan liang lahadnya dengan kedua tangannya.</p>
<p>Apakah anda mengira bahwa setelah kedudukan ini, ada kedudukan lain dan bahwa di atas kemuliaan ini, ada kemuliaan lain selain kemuliaan iman dan kewibawaan Islam?</p>
<p>Untuk merealisasikan cita-cita yang telah diharapkannya perkenaan Allah atasnya saat di sisi Ka&#8217;bah itu, dia tekun di dalam mencari ilmu dan memfokuskan diri untuknya serta menggunakan kesempatan untuk menimba ilmu dari sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup.</p>
<p>Dia rajin mendatangi rumah-rumah mereka, shalat di belakang mereka dan mengikuti pengajian-pengajian mereka, sehingga dia berhasil mentrasfer riwayat dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub al-Anshari, Usamah bin Zaid, Sa&#8217;id bin Zaid, Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas dan an-Nu&#8217;man bin Basyir. Dia banyak sekali mentransfer riwayat dari bibinya, &#8216;Aisyah Ummul Mukminin sehingga dia menjadi salah satu dari tujuh Ahli fiqih Madinah (al-Fuqahâ` as-Sab&#8217;ah) yang menjadi rujukan kaum muslimin di dalam mempelajari agama mereka.</p>
<p>Para pejabat yang shaleh meminta bantuan mereka di dalam mengemban tugas yang dilimpahkan Allah kepada mereka terhadap urusan umat dan negara.<br />
Di antara contohnya adalah tindakan Umar bin Abdul Aziz ketika datang ke Madinah sebagai gubernurnya atas mandat dari al-Walid bin Abdul Malik. Orang-orang datang kepadanya untuk menyampaikan salam.</p>
<p>Ketika selesai melaksanakan shalat dhuhur, dia memanggil sepuluh Ahli fiqih Madinah yang diketuai oleh &#8216;Urwah bin Az-Zubair. Ketika mereka sudah berada di sisinya, dia menyambut mereka dengan sambutan hangat dan memuliakan tempat duduk mereka. Kemudian dia memuji Allah &#8216;Azza wa Jalla dan menyanjung-Nya dengan sanjungan yang pantas bagi-Nya, lalu berkata,</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya aku memanggil kalian semua untuk sesuatu yang kiranya kalian semua diganjar pahala karenanya dan menjadi pendukung-pendukungku dalam berjalan di atas kebenaran. Aku tidak ingin memutuskan sesuatu tanpa pendapat kalian semua, atau pendapat orang yang hadir dari kalian-kalian semua. Jika kalian semua melihat seseorang menyakit orang lain, atau mendengar suatu kedzaliman dilakukan oleh pegawaiku, maka demi Allah, aku meminta agar kalian melaporkannya kepadaku.&#8221;</p>
<p>Maka &#8216;Urwah bin az-Zubair mendo&#8217;akan kebaikan baginyanya dan memohon kepada Allah agar menganugerahinya ketepatan (dalam bertindak dan berbicara) dan mendapatkan petunjuk.</p>
<p>&#8216;Urwah bin az-Zubair benar-benar menyatukan ilmu dan amal. Dia banyak berpuasa di kala hari demikian teriknya dan banyak shalat malam di kala malam gelap gulit, selalu membasahkan lisannya dengan dzikir kepada Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Selain itu, dia selalu menyertai Kitab Allah &#8216;Azza wa Jalla dan tekun membacanya. Setiap harinya, dia membaca seperempat al-Qur&#8217;an dengan melihat ke Mushafnya.</p>
<p>Kemudian dia membacanya di dalam shalat malam hari dengan hafalan.<br />
Dia tidak pernah meninggalkan kebiasaannya itu semenjak menginjak remaja hingga wafatnya, kecuali satu kali disebabkan adanya musibah yang menimpanya. Mengenai apa musibah itu, akan dihadirkan kepada pembaca nanti.</p>
<p>Sungguh &#8216;Urwah bin az-Zubair mendapatkan kedamaian hati, kesejukan mata dan surga dunia di dalam shalatnya, karenanya, dia melakukannya dengan sebaik-baiknya, melengkapi syarat rukunnya dengan sempurna dan berlama-lama di dalamnya.</p>
<p>Diriwayatkan tentangnya bahwa dia pernah melihat seorang yang sedang melakukan shalat dengan ringan (cepat), maka ketika orang itu telah selesai shalat, dia memanggilnya dan berkata kepadanya, &#8220;Wahai anak saudaraku, Apakah anda tidak mempunyai keperluan kepada Tuhanmu &#8216;Azza wa Jalla?! Demi Allah sesungguhnya aku memohon kepada Allah di dalam shalatku segala sesuatu bahkan garam.&#8221;</p>
<p>&#8216;Urwah bin Az-Zubair adalah juga seorang dermawan, pema&#8217;af dan pemurah. Di antara contoh kedermawanannya, bahwa dia mempunyai sebuah kebun yang paling luas di seantero Madinah. Airnya nikmat, pohon-pohonnya rindang dan kurma-kurmanya tinggi. Dia memagari kebunnya selama setahun untuk menjaga agar pohon-pohonnya terhindar dari gangguan binatang dan keusilan anak-anak. Dan, jika sudah datang waktu panen, buah-buahnya siap dipetik dan siap dimakan, dia menghancurkan kembali pagar kebunnya tersebut di banyak arah supaya orang-orang mudah untuk memasukinya.</p>
<p>Maka mereka pun memasukinya, datang dan kembali untuk memakan buah-buahnya dan membawanya pulang dengan sesuka hati. Dan setiap kali dia memasuki kebunnya ini, dia mengulang-ulang firman Allah, &#8220;Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu &#8221; MASYA ALLAH, LAA QUWWATA ILLA BILLAH&#8221; (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)&#8221; (Q.,s.al-Kahfi:39)</p>
<p>Dan pada suatu tahun dari kekhilafahan al-Walid bin Abdul Malik (khalifah ke enam dari khalifah-khalifah Bani Umayyah, dan pada zamannya kekuasaan Islam mencapai puncaknya), Allah Azza wa Jalla berkehendak untuk menguji &#8216;Urwah bin az-Zubair dengan ujian yang berat, yang tidak akan ada orang yang mampu bertahan menghadapinya kecuali orang yang hatinya penuh dengan keimanan dan keyakinan.</p>
<p>Khalifah kaum muslimin mengundang &#8216;Urwah bin az-Zubair supaya mengunjunginya di Damaskus, lalu Urwah memenuhi undangan tersebut dan membawa serta putra tertuanya.</p>
<p>Dan ketika sudah datang, Khalifah menyambutnya dengan sambutan yang hangat dan memuliakannya dengan penuh keagungan. Namun saat di sana, Allah SWT berkehendak lain, tatkala putra &#8216;Urwah memasuki kandang kuda al-Walid untuk bermain-main dengan kuda-kudanya yang tangkas, lalu salah satu dari kuda itu menendangnya dengan keras hingga dia meninggal seketika.</p>
<p>Belum lama sang ayah yang bersedih menguburkan putranya, salah satu kakinya terkena tumor ganas (semacam kusta) yang dapat menjalar ke seluruh tubuh. Betisnya membengkak dan tumor itu dengan sangat cepat berkembang dan menjalar.</p>
<p>Karena itu, Khalifah memanggil para dokter dari segala penjuru untuk tamunya dan meminta mereka untuk mengobatinya dengan segala cara. Akan tetapi, para dokter sepakat bahwa tidak ada jalan lain untuk mengatasinya selain memotong betis &#8216;Urwah, sebelum tumor itu menjalar ke seluruh tubuhnya dan merenggut nyawanya. Maka, tidak ada alasan lagi untuk tidak menerima kenyataan itu.</p>
<p>Ketika dokter bedah datang untuk memotong betis &#8216;Urwah dan membawa peralatannya untuk membelah daging serta gergaji untuk memotong tulang, dia berkata kepada &#8216;Urwah,</p>
<p>&#8220;Menurutku anda harus meminum sesuatu yang memabukkan supaya anda tidak merasa sakit ketika kaki anda dipotong.&#8221;</p>
<p>Maka Urwah berkata,<br />
&#8220;O..tidak, itu tidak mungkin! Aku tidak akan menggunakan sesuatu yang haram terhadap kesembuhan yang aku harapkan.&#8221;</p>
<p>Maka dokter itu berkata lagi,<br />
&#8220;Kalau begitu aku akan membius anda.&#8221;</p>
<p>Urwah berkata,<br />
&#8220;Aku tidak ingin, kalau ada satu dari anggota badanku yang diambil sedangkan aku tidak merasakan sakitnya. Aku hanya mengharap pahala di sisi Allah atas hal ini.&#8221;</p>
<p>Ketika dokter bedah itu mulai memotong betis, datanglah beberapa orang tokoh kepada &#8216;Urwah, maka &#8216;Urwah pun berkata,<br />
&#8220;Untuk apa mereka datang?.&#8221;</p>
<p>Ada yang menjawab,<br />
&#8220;Mereka didatangkan untuk memegang anda, barangkali anda merasakan sakit yang amat sangat, lalu anda menarik kaki anda dan akhirnya membahayakan anda sendiri.&#8221;</p>
<p>Lalu &#8216;Urwah berkata,<br />
&#8220;Suruh mereka kembali. Aku tidak membutuhkan mereka dan berharap kalian merasa cukup dengan dzikir dan tasbih yang aku ucapkan.&#8221;</p>
<p>Kemudian dokter mendekatinya dan memotong dagingnya dengan alat bedah, dan ketika sampai kepada tulang, dia meletakkan gergaji padanya dan mulai menggergajinya, sementara &#8216;Urwah membaca, &#8220;Lâ ilâha illallâh, wallâhu Akbar.&#8221;</p>
<p>Dokter terus menggergaji, sedangkan &#8216;Urwah tak henti bertahlil dan bertakbir hingga akhirnya kaki itu buntung.</p>
<p>Kemudian dipanaskanlah minyak di dalam bejana besi, lalu kaki Urwah dicelupkan ke dalamnya untuk menghentikan darah yang keluar dan menutup luka. Ketika itulah, &#8216;Urwah pingsan sekian lama yang menghalanginya untuk membaca jatah membaca Kitab Allah pada hari itu. Dan itu adalah satu-satunya kebaikan (bacaan al-Qur&#8217;an) yang terlewati olehnya semenjak dia menginjak remaja. Dan ketika siuman, &#8216;Urwah meminta potongan kakinya lalu mengelus-elus dengan tangannya dan menimang-nimangnya seraya berkata,</p>
<p>&#8220;Sungguh, Demi Dzat Yang Mendorongku untuk mengajakmu berjalan di tengah malam menuju masjid, Dia Maha mengetahui bahwa aku tidak pernah sekalipun membawamu berjalan kepada hal yang haram.&#8221;</p>
<p>Kemudian dia mengucapkan bait-bait sya&#8217;ir karya Ma&#8217;n bin Aus,<br />
<em><br />
Demi Engkau, aku tidak pernah menginjakkan telapak tanganku pada sesuatu yang meragukan<br />
Kakiku tidak pernah mengajakku untuk melakukan kekejian<br />
Telinga dan mataku tidak pernah menggiringku kepadanya<br />
Pendapatku dan akalku tidak pernah menunjuk kepadanya<br />
Ketahuilah, sesungguhnya tidaklah musibah menimpaku sepanjang masa melainkan ia telah menimpa orang sebelumku</em></p>
<p>Al-Walid bin Abdul Malik benar-benar merasa sedih terhadap musibah yang menimpa tamu agungnya. Dia kehilangan putranya, lalu dalam beberapa hari kehilangan kakinya pula, maka al-Walid tidak bosan-bosan menjenguknya dan mensugestinya untuk bersabar terhadap musibah yang dialaminya.</p>
<p>Kebetulan ketika itu, ada sekelompok orang dari Bani &#8216;Abs singgah di kediaman Khalifah, di antara mereka ada seorang buta, lalu al-Walid bertanya kepadanya perihal sebab kebutaannya, lalu orang itu mejawab,</p>
<p>&#8220;Wahai Amirul mukminin, di dalam komunitas Bani &#8216;Abs tidak ada orang yang harta, keluarga dan anaknya lebih banyak dariku. Lalu aku bersama harta dan keluargaku singgah di pedalaman suatu lembah dari lembah-lembah tempat tinggal kaumku, lalu terjadi banjir besar yang belum pernah aku saksikan sebelumnya. Banjir itu menghanyutkan semua yang aku miliki; harta, keluarga dana anak. Yang tersisa hanyalah seekor onta dan bayi yang baru lahir. Sedangkan onta yang tersisa itu adalah onta yang binal sehingga lepas. Akibatnya, aku meninggalkan sang bayi tidur di atas tanah untuk mengejar onta tersebut. Belum begitu jauh aku meninggalkan tempat ku hingga tiba-tiba aku mendengar jeritan bayi tersebut. Aku menoleh namun ternyata kepalanya telah berada di mulut serigala yang sedang menyantapnya. Aku segera menyongsongnya namun sayang aku tidak bisa menyelamatkannya, karena srigala telah membunuhnya. Lalu aku mengejar onta dan ketika aku berada di dekatnya, ia menendangku dengan kakinya. Tendangan itu mengenai wajahku, sehingga keningku robek dan mataku buta. Begitulah aku mendapatkan diriku di dalam satu malam telah menjadi orang yang tanpa keluarga, anak, harta dan mata.&#8221;</p>
<p>Maka al-Walid berkata kepada pengawalnya,<br />
&#8220;Ajaklah orang ini menemui tamu kita &#8216;Urwah bin az-Zubair. Mintalah dia mengisahkan ceritanya supaya &#8216;Urwah mengetahui bahwa ternyata masih ada orang yang mengalami cobaan yang lebih berat darinya.&#8221;</p>
<p>Ketika &#8216;Urwah diangkut ke Madinah dan dipertemukan dengan keluarganya, dia mendahului mereka dengan ucapan,</p>
<p>&#8220;Jangan kalian merasa ngeri terhadap apa yang kalian lihat. Allah &#8216;Azza wa Jalla telahmenganugerahuiku empat orang anak, lalu mengambil satu di antara mereka dan masih menyisakan tiga orang lagi. Segala puji hanya untuk-Nya. Dan Dia memberiku empat anggota badan, kemudian Dia mengambil satu darinya dan menyisakan tiga untukku, maka segala puji bagi-Nya. Dia juga telah memberiku empat buah yang memiliki ujung (kedua tangan dan kedua kaki-red.,), lalu Dia mengambilnya satu dan menyisakan tiga buah lagi untukku. Dan demi Allah, Jika pun Dia telah mengambil sedikit dariku namun telah menyisakan banyak untukku. Dan jika pun Dia mengujiku satu kali namun Dia telah mengaruniaiku kesehatan berkali-kali.&#8221;</p>
<p>Ketika penduduk Madinah mengetahui kedatangan imam dan orang &#8216;alim mereka, &#8216;Urwah bin az-Zubair, mereka berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk menghibur dan menjenguknya. Di antara untaian kata ta&#8217;ziah yang paling berkesan adalah perkataan Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah kepadanya,</p>
<p>&#8220;Bergembiralah wahai Abu Abdillah! salah satu anggota badan dan anakmu telah mendahuluimu menuju surga dan yang keseluruhannya akan mengikuti yang sebagiannya itu, insya Allah Ta&#8217;ala. Sungguh, Allah telah menyisakan sesuatu darimu untuk kami yang sangat kami butuhkan dan perlukan, yaitu ilmu, fiqih dan pendapat anda. Mudah-mudahan Allah menjadikan hal itu bermanfaat bagimu dan kami. Allah lah Dzat Yang Maha menanggung pahala untukmu dan Yang menjamin balasan kebaikan amalmu.&#8221;</p>
<p>&#8216;Urwah bin az-Zubair tetap menjadi menara hidayah, petunjuk kebahagiaan dan penyeru kebaikan bagi kaum muslimin sepanjang hidupnya. Dia sangat peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, khususnya, dan anak-anak kaum muslimin lainnya, umumnya. Dia tidak pernah membiarkan kesempatan berlalu tanpa digunakannya untuk memberikan penyuluhan dan nasehat kepada mereka.</p>
<p>Di antara contohnya, dia selalu mendorong anak-anaknya untuk menuntut ilmu ketika berkata kepada mereka,</p>
<p>&#8220;Wahai anakku, tuntutlah ilmu dan kerahkanlah segala kemampuan dengan semestinya. Karena, jika kamu sekarang ini hanya sebagai orang-orang kecil, mudahan-mudahan saja berkat ilmu, Allah menjadikan kamu orang-orang besar.&#8221;</p>
<p>Penuturan lainnya,<br />
&#8220;Aduh betapa buruknya, apakah di dunia ini ada sesuatu yang lebih buruk daripada orang tua yang bodoh?.&#8221;</p>
<p>Dia juga menyuruh mereka untuk menilai sedekah sebagai hadiah yang dipersembahkan untuk Allah &#8216;Azza wa Jalla. Yaitu, dalam ucapannya,</p>
<p>&#8220;Wahai anakku, janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu mempersembahkan hadiah kepada Rabb-nya berupa sesuatu yang dia merasa malu kalau dihadiahkan kepada tokoh yang dimuliakan dari kaumnya. Karena Allah Ta&#8217;ala adalah Dzat Yang Paling Mulia, dan Paling Dermawan serta Yang Paling Berhak untuk dipilihkan untuk-Nya.&#8221;</p>
<p>Dia juga pernah memberikan pandangan kepada mereka (anak-anaknya) tentang tipikal manusia dan seakan mengajak mereka menembus langsung menuju siapa inti dari mereka itu,</p>
<p>&#8220;Wahai anakku, jika kamu melihat seseorang berbuat kebaikan yang amat menawan, maka harapkanlah kebaikan dengannya meskipun di mata orang lain, dia seorang jahat, karena kebaikan itu memiliki banyak saudara. Dan jika kamu melihat seseorang berbuat keburukan yang nyata, maka menghindarlah darinya meskipun di mata orang lain, dia adalah orang baik, karena keburukan itu juga memiliki banyak saudara. Dan ketahuilah bahwa kebaikan akan menunjukkan kepada saudara-saudaranya (jenis-jenisnya yang lain), demikian pula dengan keburukan.&#8221;</p>
<p>Dia juga berwasiat kepada anak-anaknya supaya berlaku lemah lembut, berbicara baik dan bermuka ramah. Dia berkata,<br />
&#8220;Wahai anakku, sebagaimana tertulis di dalam hikmah, &#8216;Hendaklah kamu berkata-kata baik dan berwajah ramah niscaya kamu akan lebih dicintai orang ketimbang cinta mereka kepada orang yang selalu memberikan mereka hadiah.&#8221;</p>
<p>Bilamana dia melihat manusia cenderung untuk berfoya-foya dan menilai baik kenikmatan duniawi, dia mengingatkan mereka akan kondisi Rasulullah SAW yang penuh dengan kesahajaan kehidupan dan kepapaan.</p>
<p>Di antara contohnya adalah sebagaimana yang diceritakan Muhammad bin al-Munkadir (seorang tabi&#8217;i dari penduduk Madinah, wafat pada tahun 130 H),</p>
<p>&#8220;Saat &#8216;Urwah bin az-Zubair menemuiku dan memegang tanganku, dia berkata, &#8216;Wahai Abu Abdullah.&#8217;<br />
Lalu aku menjawab, &#8220;Labbaik.&#8221;<br />
Kemudian dia berkata,<br />
&#8220;Saat aku menemui Ummul mukminin &#8216;Aisyah RA, dia berkata, &#8216;Wahai anakku.&#8217;<br />
Lalu aku menjawab, &#8216;Labbaik.&#8217;<br />
Beliau berkata lagi, &#8216;Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu pernah sampai selama empat puluh malam tidak menyalakan api di rumah Rasulullah SAW, baik untuk lentera ataupun yang lainnya.&#8217;<br />
Lalu aku berkata, &#8216;Wahai Ummi, bagaimana kalian semua dapat hidup?&#8217;<br />
Beliau menjawab, &#8216;Dengan dua benda hitam (Aswadân); kurma dan air.&#8217;</p>
<p>Selanjutnya &#8216;Urwah bin az-Zubair hidup hingga mencapai usia 71 tahun, yang diisinya dengan kebaikan, kebajikan dan ketakwaan.</p>
<p>Ketika ajal menjelang, dia sedang berpuasa, lalu keluarganya ngotot memintanyanya agar berbuka saja namun dia menolak. Sungguh dia telah menolak, karena dia berharap kalau kelak dia bisa berbuka dengan seteguk air dari sungai Kautsar di dalam bejana emas dan di tangan bidadari.</p>
<p><strong>CATATAN :</strong><br />
Sebagai bahan bacaan, silahkan merujuk ke:</p>
<ul>
<li>ath-Thabaqat al-Kubra karya      Ibnu Sa&#8217;d, 1:406; 2:382, 387; 3:100; 4:167; 5:334; 8:102.</li>
<li>Hilyatu al-Auliya` karya      Abu Nuaim, 2/176.</li>
<li>Shifat ash-Shafwah, karya Ibnu al-Jauzi,      2:87.</li>
<li>Wafayat al-A&#8217;yan, karya Ibnu Khalakan, 3:      255.</li>
<li>Ansabu al-Asyraf, karya al-Baladziri</li>
<li>Jamharatu Ansabi al-&#8217;Arab,      karya Ibnu Hazm</li>
</ul>
<p>Sumber : www.alsofwah.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=35&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 10:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[abu hurairah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan… Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=33&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU</p>
<p>Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan…</p>
<p>Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri  dalam  ingatannya  hingga dihafalkannya,  hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya.</p>
<p>Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah &#8220;hadits&#8221;, dengan menggunakan kata-kata: &#8212; &#8220;Berkata Abu Hurairah&#8230; &#8220;</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw.  menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:&#8217;)</p>
<p>Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya……</p>
<p>******</p>
<p>Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum&#8217;at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw …&#8230;&#8221; Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi·saw. jarang diperoleh bandingannya &#8230; Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang  paling mampu membawa anda ke hari-hari  kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut……</p>
<p>Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan…..</p>
<p>Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: -</p>
<p>&#8220;Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin &#8230;. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku · · ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian &#8230;. Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!&#8221;</p>
<p>***** *</p>
<ol>
<li>Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai&#8217;at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur &#8230;. Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: &#8220;Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran&#8230; !&#8217;</li>
</ol>
<p>*****</p>
<p>Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.</p>
<p>Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak&#8230;.</p>
<p>Ahli fiqih, juru da&#8217;wah dan para guru juga tidak sedikit &#8230;.</p>
<p>Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.</p>
<p>Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar&#8230;.</p>
<p>*****</p>
<p>Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.</p>
<p>Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus&#8230;.</p>
<p>Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do&#8217;a Rasul &#8220;&#8221;·, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.</p>
<p>Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian &#8230;.</p>
<p>****</p>
<p>Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan &#8230;. Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap&#8230;.</p>
<p>Begitulah  ia  mempermahir  dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul&#8217;Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya &#8230;.</p>
<p>Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: &#8220;Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw&#8230;. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang  aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen &#8230;dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan&#8230;</p>
<p>Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau:</p>
<p>&#8220;Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan  terlupa  akan suatu pun dari apa yang  telah didengarya dari padaku,.. !&#8221;</p>
<p>Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya &#8230; ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !&#8221;</p>
<p>Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw.</p>
<p>Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.<br />
Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat&#8230;.</p>
<p>Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya.  Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya &#8230; !</p>
<p>Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya &#8230; hingga pada suatu hari Amirul Mu&#8217;minin Umar berkata kepadanya: &#8220;Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari  Rasulullah!  Bila tidak, maka akan  kukembalikan  kau ke tanah Daus&#8230; !&#8221; (yaitu tanah kaum dan keluarganya).</p>
<p>Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan  dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran….</p>
<p>Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya&#8217; cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi &#8230; !</p>
<p>Oleh karena ini, Umar berpesan: &#8220;Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…&#8221;&#8216;·. Dan katanya lagi : &#8220;Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!&#8221;</p>
<p>Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy&#8217;ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: &#8212; &#8216;Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!&#8221;</p>
<p>Al-qur&#8217;an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam…..</p>
<p>Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.</p>
<p>Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya&#8230;.</p>
<p>******</p>
<p>Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka&#8217;ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.</p>
<p>*****</p>
<p>Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits  dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya  Abu  Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah  ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..!</p>
<p>Ia berkata tentang dirinya: &#8212; &#8220;Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin &#8216;Amr bin &#8216;Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; &#8220;. Dan Imam Syafi&#8217;i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: &#8212; &#8220;la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya&#8221;. Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: &#8211;&#8221;Ada delapan  ratus orang atau lebih dari shahabat tabi&#8217;in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah&#8221;.</p>
<p>Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya &#8230;.</p>
<p>Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya&#8230; &#8221; Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!</p>
<p>Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .!</p>
<p>Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam &#8230;. Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya…</p>
<p>Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul&#8230;.Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:</p>
<p>Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: &#8211;&#8221;Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du&#8217;akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….&#8221;</p>
<p>Maka Rasulullah saw. berdu&#8217;a: &#8220;Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!&#8221;</p>
<p>Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du&#8217;a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: &#8220;Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu&#8230; !&#8221;</p>
<p>Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: &#8220;Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan  &#8216;abduhu wa Rasuluh</p>
<p>Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: &#8220;Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du&#8217;a anda &#8230;, Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam &#8230; &#8220;. Kemudian kataku pula: &#8220;Ya Rasulallah, mohon anda du&#8217;akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu&#8217;min, baik laki-laki maupun perempuan!&#8221; Maka Rasul berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah,  mohon  engkau jadikan hambu-Mu  ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan &#8230;!&#8221;</p>
<p>*****</p>
<p>Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid &#8230; tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya.  Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara&#8217;! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah…&#8230;Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu&#8217;minin Umar: &#8212; Kata Umar: &#8211; &#8220;Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah  mencuri harta Allah?&#8217;· Jawabku;.  &#8220;Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !&#8217;·- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? &#8212; Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan &#8230;.   Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)&#8230; !</p>
<p>Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah, ampunilah Amirul Mu&#8217;minin</p>
<p>Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf  karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: &#8212; &#8220;Kenapa, apa sebabnya?&#8221; Jawab Abu Hurairah: &#8220;Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul&#8230; !&#8221;</p>
<p>Kemudian katanya lagi: &#8220;Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih &#8230; !&#8221;</p>
<p>Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah &#8230;. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu&#8217;akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu,</p>
<p>Semoga Engkau pun demikian &#8230; !&#8221; Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.</p>
<p>Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi&#8217;, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan &#8230; ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia……..</p>
<p>Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: &#8220;Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: ·&#8217;Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang</p>
<p>selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar &#8220;Bapak Kucing&#8221;, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=33&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/02/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Rosulullah SAW ? Terapkan Syariah Islam , Campakkan Kapitalisme !</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/mencintai-rosulullah-saw-terapkan-syariah-islam-campakkan-kapitalisme/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/mencintai-rosulullah-saw-terapkan-syariah-islam-campakkan-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 07:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Makna Kelahiran Muhammad saw. Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=31&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makna Kelahiran Muhammad saw.</strong></p>
<p>Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Padahal, Allah Swt. telah berfirman:</p>
<p dir="rtl">وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا</p>
<p>Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p>Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw., sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah Swt. berfirman:</p>
<p dir="rtl">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي</p>
<p>Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31).</p>
<p>Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw.</p>
<p>Di samping itu, Allah Swt. juga berfirman:</p>
<p dir="rtl">وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</p>
<p>Sesungguhnya engkau berada di atas khuluq yang agung. (QS al-Qalam [68]: 4).</p>
<p>Di dalam tafsirnya, Imam Jalalin menyatakan bahwa kata khuluq dalam ayat di atas bermakna dîn (agama, jalan hidup) (Lihat: Jalalain, Tafsîr Jalâlayn, 1/758). Dengan demikian, ayat di atas bisa dimaknai: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung. Tegasnya, menurut Imam Ibn Katsir, dengan mengutip pendapat Ibn Abbas, ayat itu bermakna: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung, yakni Islam (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, 4/403). Ibn Katsir lalu mengaitkan ayat ini dengan sebuah hadis yang meriwayatkan bahwa Aisyah istri Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam mengenai akhlak Nabi saw. Aisyah lalu menjawab:</p>
<p dir="rtl">كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ</p>
<p>Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran. (HR Ahmad).</p>
<p>Dengan demikian, berdasarkan ayat al-Quran dan hadis penuturan Aisyah di atas, dapat disimpulkan bahwa meneladani Nabi Muhammad saw. hakikatnya adalah dengan cara mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidak hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Artinya, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan.</p>
<p>Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak!</p>
<p>Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem Kapitalisme sekular; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)? <em>(Arif B/hzb)</em></p>
<p><em>Sumber :</em> <a title="www.muslimdaily.net" href="http://www.muslimdaily.net/2009/03/09/Mencintai+Rosulullah+SAW+%3F+Terapkan+Syariah+Islam+%2C+Campakkan+Kapitalisme+!.html" target="_blank">http://www.muslimdaily.net/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=31&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/mencintai-rosulullah-saw-terapkan-syariah-islam-campakkan-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Isteri Shalihah</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/karakteristik-isteri-shalihah/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/karakteristik-isteri-shalihah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[sholihah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman Wanita Shalihah (isteri shalihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat Muslim diingatkan, supaya waspada terhadap khadra&#8217;uddiman, yaitu wanita cantik yang tumbuh dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=27&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong>Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman</p>
<p>Wanita Shalihah (isteri shalihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat Muslim diingatkan, supaya waspada terhadap khadra&#8217;uddiman, yaitu wanita cantik yang tumbuh dewasa di tempat yang buruk.</p>
<p>BANYAK wanita mendambakan titel itu, tetapi sangat sedikit yang sampai kepada tujuan yang dirindukan. Sebab, perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh seorang wanita meng-haruskannya melalui jalan yang terjal, berkelok, ber-batu, naik bukit dan turun gunung, penuh onak dan duri. Kenanglah sejenak perjalanan hidup para pemimpin wanita ahli sur-ga, yaitu sebaik-baik wa-nita sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini.</p>
<p>“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari Muslim).  Dari Abu Musa ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Lelaki yang sempurna ba-nyak, tetapi tidak demikian halnya bagi wanita kecuali Asiah istri Fir&#8217;aun dan Mar-yam binti Imran. Dan sesung-guhnya keutamaan Aisyah atas wanita lainnya seperti ke-utamaan tsarid (lauk yang berminyak) atas makanan lainnya.” (HR. Bukhari).  Nabi Saw bersabda: “Fati-mah adalah pemimpin wa-nita ahli surga”. (HR. Bukhari)<br />
<span id="more-27"></span><br />
Kesemua wanita yang disebut di dalam hadits-hadits di atas, yang diberi gelar sebagai sebaik-baik wanita ahli surga (Mar-yam, Asiah, Khadijah, Aisyah dan Fatimah) ada-lah wanita-wanita yang perjalanan hidupnya pe-nuh dengan ujian dan tan-tangan. Mereka ditimpa banyak musibah dan bala bencana, baik dalam urusan keluarga, masya-rakat dan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Na-mun mereka tidak ber-geming dari keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt.<br />
Apakah ciri dan karakter yang dimiliki da-lam menjalankan ke-hidupan sehari-hari, se-hingga dengan tegar ber-tahan dari segala amuk duniawi, dan mendapat-kan gelar mulia se-bagai wanita/istri shalihah? Se-cara umum dijelaskan di dalam al-Qur&#8217;an, Allah Swt berfirman:|</p>
<p>“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wa-nita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[ ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Qs. An Nisaa&#8217; 4: 34)</p>
<p>Inilah ayat yang me-nerangkan secara terpe-rinci tentang ihwal kaum wanita dalam ke-hidupan rumah tangga yang berada di bawah ke-pemimpinan kaum pria. Disebutkan bahwa ada dua jenis wa-nita: yang shalihah dan yang tidak shalihah. Lalu ciri shalihah antara lain adalah taat, yaitu taat ke-pada Allah Swt, kepada Rasul Nya dan taat kepada suami. Selain itu dia betah tinggal di rumah, bersikap ma&#8217;ruf kepada suami dan menjaga kehormatan diri di saat suaminya tidak ada di rumah.</p>
<p>Ats-Tsauri dan Qata-dah mengatakan: Arti menjaga kehormatan diri di saat suami tidak ada di rumah adalah menjaga segala sesuatu yang mesti dipelihara, baik berkenaan dengan kehormatan diri maupun harta. Sementara itu Ibnu Jarir dan al-Baihaqi meriwayatkan ha-dits dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda:</p>
<p>“Sebaik-baik wanita adalah yang menawan hati-mu bila engkau pandang, taat manakala engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan diri-nya ketika engkau tidak ada di rumah.” Kemudian Rasulullah Saw. membaca ayat tersebut di atas. (Qs. An Nisaa&#8217; 4: 34).</p>
<p>Syeikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga kehormatan diri di sini adalah menutup apa yang dapat membuat malu ketika diperlihatkan atau diungkapkan. Artinya, menjaga segala sesuatu yang secara khusus berke-naan dengan rahasia suami istri, serta tidak menceritakan rahasia su-aminya kepada siapa-pun kecuali kepada orang yang benar-benar dipercaya ka-rena ingin mencari solusi keruwetan rumah tangga.</p>
<p>Secara syar&#8217;i, yang juga bisa dikategorikan da-lam hal ini adalah keha-rusan merahasiakan se-gala sesuatu yang berkait-an dengan hubungan intim suami istri, termasuk di da-lamnya menceritakan hal-hal yang tidak senonoh. Jangan seperti khadrau&#8217;ud-diman, seperti yang sering ditayangkan infotainment tv, mengumbar segala au-rat keluarga sehingga o-rang jijik mendengarnya.</p>
<p>Apatah lagi bila sam-pai ke bentuk-bentuk peri-laku yang mereka laksana-kan sebagai pasangan sua-mi isteri yang tidak layak didengar oleh selain me-reka. Selain itu juga dapat difahami bahwa ungkapan yang disebut oleh al-Qur-&#8217;an di atas, merupakan salah satu ungkapan yang memiliki arti kiasan yang amat mendalam: meng-hentak kaum wanita yang keras hati, namun bisa di-fahami rahasianya oleh mereka yang berhati lembut.</p>
<p>Kaum wanita me-mang memiliki naluri yang demikian lembut, dimana anda sekalian bisa mene-robos hati mereka hanya dengan menyentuh ujung jarinya saja. Jantung me-reka memiliki nadi-nadi peka yang segera memom-pakan darah ke raut wajah mereka manakala mene-rima rangsangan.</p>
<p>Maka tidak dibenar-kan menghubungkan lang-sung kalimat hifzhul ghaib (menjaga harta dan kehor-matan diri) dengan kalimat bima hafizhallah (sebagai-mana Allah menjaga diri-nya). Sebab perpindahan yang demikian drastis dari penuturan rahasia diri yang tersembunyi ke arah penuturan penjagaan Allah yang demikian jelas memalingkan seseorang untuk berfikir secara ber-kepanjangan tentang hal-hal yang berada di balik tabir-tabir rahasia pribadi suami istri. Yakni, hal-hal yang tersembunyi dan rahasia, untuk dialihkan pada pengawasan Allah Azza wajalla.</p>
<p>Penghormatan yang diberikan kepada kaum wanita melalui kesaksian Allah tersebut di atas, di-maksudkan agar mereka tetap terjaga dari jamahan tangan-tangan kotor, pan-dangan mata jahil, atau pergunjingan, di saat sua-mi mereka tidak berada di rumah, melalui bujukan, rayuan berupa lembaran-lembaran uang, mobil mewah, rumah indah atau beberapa kerat roti.</p>
<p>Jadi, wanita-wanita shalihah ialah wanita yang menjaga harta dan kehor-matan dirinya ketika su-aminya tidak di rumah, sebagaimana Allah telah menjaga mereka. Itulah yang menjadi sifat shalihah kepada mereka. Sebab se-orang wanita yang sha-lihah akan selalu men-dapat pengawasan dari Allah Swt, dan ketakwaan yang mereka miliki me-nyebabkan mereka bisa menjadi wanita-wanita yang terpelihara dari sifat khianat dan mampu men-jaga amanat.</p>
<p>Oleh karena itulah yang dimaksud dengan Wanita Shalihah dalam ayat di atas adalah mereka yang selalu taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, suaminya dan tidak mem-perturutkan hawa nafsu-nya dalam hidup harian-nya. Apabila dikaitkan arti ayat yang disebutkan di atas tepat sekali untuk menggambarkan ihwal kaum wanita masa kini yang senang membeberkan rahasia-rahasia rumah tangga sendiri, atau rumah tangga orang lain (gosip wanita sinetron) dan tidak bisa menjaga harta dan kehormatan dirinya mana-kala suami mereka tidak berada di rumah bukanlah termasuk dalam koridor wanita shalihah.</p>
<p>Jangan seperti khad-rau&#8217;uddiman, seperti yang sering ditayangkan infotai-ment tv, mengumbar segala aurat keluarga sehingga orang jijik mendengarnya. Jika diamati dengan seksa-ma keterangan diatas, ma-ka dapat disimpulkan bah-wa isteri yang shalihah mempunyai karakter se-bagai berikut:</p>
<p><strong>1. Menaati  Allah dan Rasul Nya</strong><br />
Dengan ketaatannya itulah sebagai aset terbesar baginya untuk meraih ganjaran tertinggi sebagai buah dari ilmu dan iman-nya. Yaitu surga yang pe-nuh dengan kenikmatan, dia kekal didalamnya se-lama-lamanya. Allah Swt. berfirman:|</p>
<p>(Hukum-hukum ter-sebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang-siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah me-masukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (Qs. An Nisaa&#8217;, 4: 13)</p>
<p>Firman Allah lagi: “Dan barangsiapa yang men-taati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sa-ma dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs. An Nisaa&#8217;, 4: 69)</p>
<p>Abu Hurairah ra ber-kata, Rasulullah Saw ber-sabda: “Semua ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan (tidak mau). Pa-ra sahabat bertanya: Siapa-kah yang enggan itu wahai Rasulullah? Beliau men-jawab: Barang siapa yang ta&#8217;at kepadaku (mengikuti Sunnahku), dialah yang akan masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari)<br />
Maka demikian pula seorang wanita atau isteri, dia akan masuk surga de-ngan menaati Allah dan Rasul-Nya dengan se-benar-benarnya.</p>
<p><strong>2. Menaati Suami </strong><br />
Ketaatan kepada su-aminya merupakan pin-tu keselamatan baginya un-tuk meraih kenikmatan yang kekal dan abadi di surga. Rasulullah Saw bersabda:<br />
“Jika seorang isteri itu telah menunaikan shalat lima waktu, dan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, dan men-jaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan di-persilakan: masuklah ke surga dari pintu mana saja kamu suka.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasa-nya Asma datang kepada Nabi dan berkata: Sesung-guhnya aku adalah utusan dari kaum wanita Muslim, semua mereka berkata dan berpendapat sebagaimana aku Wahai Rasulullah, se-sungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita, kami telah beriman kepadamu dan mengikutimu, (namun) ka-mi kaum wanita merasa dibatasi dan dibelenggu. Padahal kamilah yang me-nunggu rumah mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, sedang mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, menyaksikan jenazah dan berjihad di jalan Allah.</p>
<p>Dan apabila mereka ke luar berjihad, kamilah yang menjaga harta me-reka dan kamilah yang me-melihara anak-anak me-reka, maka apakah kami tidak mendapatkan bagian pahala mereka wahai Rasulullah? Maka ber-palinglah Rasulullah ke-pada para sahabatnya dan bertanya: Apakah tadi ka-mu sudah mendengar pertanyaan sebaik itu dari seorang perempuan ten-tang agamanya? Mereka menjawab: Ya, Demi Allah wahai Rasulullah, kemu-dian beliau bersabda: Pergilah engkau wahai Asma dan beritahukanlah kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa layanan baik salah seorang kamu kepada suaminya, meminta keridhaannya dan menuruti kemauannya menyamai (pahala) amal-an laki-laki yang engkau sebutkan tadi. Maka Asma pun pergi sambil bertahlil dan bertakbir karena gem-biranya dengan apa yang diucapkan Rasulullah ke-padanya. (Al Istii&#8217;aab, Ibnu &#8216;Abd al Bar)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita ber-kata:“Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum wanita untuk berjumpa denganmu. Sesungguhnya jihad hanya diwajibkan atas kaum laki-laki saja, sekiranya mereka menang mereka memperoleh pahala dan sekiranya mereka terbunuh, maka mereka senantiasa hidup dan diberi rizki di sisi Rabb mereka. Sedangkan kami golongan wanita menjalankan tugas (berkhidmat) untuk mereka, maka adakah bagian kami dari yang tersebut? Maka Rasulullah menjawab, Sam-paikanlah kepada siapa saja dari kaum wanita yang eng-kau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak sua-mi adalah menyamai yang demikian itu, dan amat sedikitlah di antara kamu yang mampu melaksana-kannya.” (HR al Bazzar)<br />
<strong><br />
3. Melayani Suami </strong><br />
Sebagian isteri sangat taat kepada suaminya, tapi kurang pandai melayani suami dengan sebaik-baik-nya. Maka jika taat kepada suami dan pandai me-layaninya, hal itu merupa-kan kemuliaan tersendiri yang mengangkat derajat-nya meraih keselamatan di dunia dan akhirat.<br />
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, maka ia akan masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p>Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu&#8217;adz di-utus ke Yaman atau Syam dan dia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pem-besar dan kepada pendeta-pendetanya. Maka beliau berkata dalam hatinya sesungguhnya Rasulullah lebih layak untuk di-agungkan (daripada me-reka). Maka tatkala ia da-tang kepada Rasulullah ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat orang-orang Nashrani bers-ujud kepada pembesar-pem-besar dan kepada pendeta-pendetanya, dan aku berkata dalam hatiku sesungguhnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka) lalu beliau bersabda: Andaikata aku boleh meme-rintahkan seseorang bersujud kepada seseorang, maka sung-guh akan kuperintahkan isteri bersujud kepada suami-nya dan seorang isteri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga menunaikan ke-wajibannya terhadap suami seluruhnya, sehingga andai-kan (suaminya) memerlu-kannya di atas kendaraan, sungguh ia tidak boleh me-nolaknya. (HR Ahmad)</p>
<p><strong>4. Menjaga  Kehormatan Diri </strong><br />
Ciri keempat inilah yang merupakan kunci dari keshalihan seorang isteri yang berada di bawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang memiliki isteri dengan ka-rakteristik seperti ini ber-arti telah memiliki harta simpanan yang terbaik.</p>
<p>Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia di-perintah ia taat, jika ia dipan-dang menye-nangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap ber-buat baik, dan jika ia diting-galkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda: “Ada empat perkara siapa yang memilikinya berarti mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, tubuh yang bersabar ketika ditimpa bala bencana (musibah) dan isteri yang ti-dak menjerumuskan suami-nya dan merusakkan harta bendanya.” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).<br />
Wanita paling baik ada-lah wanita (isteri) yang apabila engkau meman-dangnya menggembirakan-mu, apabila engkau menyu-ruhnya dia pun menaati, dan apabila engkau pergi dia juga memelihara dirinya dan menjaga hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).</p>
<p>Semoga para akhwat mampu memiliki karakter tersebut sehingga melayak-kannya mendapat pahala yang telah dijanjikan Allah Swt. Mereka menjadi par-tner dalam perjuangan fi sabilillah, dan menjadi pendamping setia dikala suka dan duka bersama suami yang dicintainya. Amien Ya Rabbal Alamin.</p>
<p><strong>Niswah</strong><br />
<a href="http://www.arrahmah.com/">http://www.arrahmah.com</a><br />
The State of Islamic Media</p>
<p>Sumber : <a title="Karakteristik Istri Shalihah" href="http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/1688/karakteristik-isteri-shalihah" target="_blank">http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/1688/karakteristik-isteri-shalihah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=27&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/karakteristik-isteri-shalihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri Yang Baik</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/istri-yang-baik/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/istri-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[sholihah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sangat penting bagi seorang laki-laki untuk mengerti kualitas dan sifat-sifat seorang wanita sebelum dia dipertimbangkan sebagai seorang istri. Dilaporkan dalam Musnad Imam Ahmad, dari Sa’ad bin Abi Waqqas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: &#8220;Tiga sebab kebahagiaan anak Adam dan tiga hal penyebab penderitaan. Penyebab kebahagiaan anak Adam adalah : (1) Istri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=25&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat penting bagi seorang laki-laki untuk mengerti kualitas dan sifat-sifat seorang wanita sebelum dia dipertimbangkan sebagai seorang istri.</p>
<p>Dilaporkan dalam Musnad Imam Ahmad, dari Sa’ad bin Abi Waqqas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Tiga sebab kebahagiaan anak Adam dan tiga hal penyebab penderitaan. Penyebab kebahagiaan anak Adam adalah : (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus dan (3) Kendaraan yang bagus. Hal yang menyebabkan menderita : Istri yang jelek, rumah yang buruk dan kendaraan yang buruk.&#8221;</p>
<p>Dilaporkan juga dalam Shahih al-Jaami’ bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Empat hal yang menyebabkan kebahagiaan: (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus, (3) Tetangga yang baik, dan (4) Kendaraan yang bagus. Empat hal yang menyebabkan menderita: Istri yang buruk, tetangga yang buruk, kendaraan yang jelek dan rumah yang sempit/kecil.&#8221;<br />
<span id="more-25"></span><br />
Sangat penting dan perlu atas seorang laki-laki untuk melihat seorang wanita yang bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik bagi anak-anaknya (di masa depan). Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah).&#8221; (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No. 1467)</p>
<p>Saat ini sangat sulit untuk menemukan istri yang baik karena dia merupakan harta benda yang jarang ditemukan. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu ‘Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:</p>
<p>&#8220;Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya.&#8221;</p>
<p>Hadits ini merupakan pernyataan yang jelas bahwa istri yang baik adalah orang (1) yang membuat senang dan bahagia hati suami ketika suaminya melihatnya, (2) mematuhi suaminya ketika dia memerintah mengerjakan sesuatu, dan (3) melindungi kehormatannya, rahasianya, keluarga (anak-anak) dan hartanya ketika suami tidak ada di sisinya.</p>
<p>Diriwayatkan dalam Shohih al-Jaami’ bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Hati yang bersyukur, lisan yang mengingat Allah dan istri yang baik (zaujah shalihah) yang akan menolong kamu dalam urusan hidupmu dan agamamu, inilah harta benda terbaik yang dapat dimiliki manusia.&#8221;</p>
<p>Sangat penting bagi seorang wanita-orang yang akan menjadi istrimu dan membantu kamu menegakkan dien (agama) memiliki sifat-sifat dan kualitas tersebut sebelum kamu mempertimbangkan/memutuskan untuk menikahinya.</p>
<p>Allah meminta kita untuk menikah dengan orang yang baik, shalehah dan bertaqwa:</p>
<p>&#8220;Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS An-Nur: 32)</p>
<p>Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman tentang sifat-sifat wanita jannah (surga):</p>
<p>&#8220;Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).&#8221; (QS An-Nisaa’: 34)</p>
<p>Shalihat artinya mereka adalah wanita yang baik agamanya. Qaanitaat artinya mereka patuh terhadap suaminya. Dan Haafizaat lil-Ghaib artinya mereka menjaga harta, kekayaan, anak-anak suaminya dan seterusnya tatkala suaminya pergi.</p>
<p>Dilaporkan dalam Mu’jam ath-Thabraani al-Kabiir dan Shahih al-Jaami’, dari Abdullah bin Salaam Radliallahu Anhu bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu.&#8221;</p>
<p>Wanita yang patuh (taat) kepada Allah, Rasul-Nya dan suaminya maka tidak diragukan lagi dia layak mendapatkan jannah. Dilaporkan dalam Musnad al-Imaam Ahmad bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Jika seorang wanita menegakkan sholat 5 waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kesuciannya dan mematuhi suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di hari pengadilan), masuklah ke dalam surga dari pintu yang kamu sukai.&#8221;</p>
<p>Oleh karena itu, sifat-sifat dari wanita yang baik yang telah disebutkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rosul-Nya adalah:</p>
<p>*  Shaalihat, mereka melaksanakan dien dan memiliki dien/agama yang baik</p>
<p>*  Qaanitaat (mutii’aat), patuh kepada suaminya sepanjang dia tidak memerintahkan untuk tidak patuh kepada Allah.</p>
<p>*  Menjaga diri mereka tatkala suaminya tidak ada</p>
<p>*  Menjaga harta, kekayaan dan anak-anak suami</p>
<p>*  Membahagiakan hati suami (yaitu dengan aktif untuk menyayangi dan bersosialisasi dengannya)</p>
<p>Dilaporkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Wanita (pada umumnya) dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, karena statusnya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang baik agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir-pasir (kebaikan).&#8221; (Shahih Muslim, Hadist No. 1466)</p>
<p>Taribat Yadaak (maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir) artinya bahwa jika seseorang memilih seorang wanita yang memiliki kebaikan dien dalam pernikahan mereka maka tangan mereka akan dipenuhi kebaikan dan mereka menjaga diri mereka dari sesuatu yang tidak menyenangkan hidup.</p>
<p>Jika seorang wanita memiliki agama yang baik, maka dia akan membawa ketenangan di rumahnya dan akan menyebabkan kebahagiaan pada suaminya. Dia akan menjadi lahan yaitu melahirkan anak-anak yang baik dan mereka akan mewarisi sifat-sifatnya dan karakter-karakternya. Bagaimanapun, jika dia menyimpang maka anak-anaknya akan mewarisi karakternya yang buruk dan personalitasnya, pernikahan akan mengalami petaka kegagalan, adapun suami akan gagal memenuhi apa yang diperintahkan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yaitu untuk memilih wanita yang baik.</p>
<p>Wanita yang baik akan selalu menyesuaikan apa yang dia katakan dengan lakukan, dia adalah penjaga harta suaminya, rahasianya, kehormatan dan reputasinya. Reputasinya sebagai seorang wanita yang baik akan membawa kehormatan kepada keluarga.</p>
<p>Tidak diragukan, kecantikan, karakternya, personalitas, ketaqwaan dan agamanya melebihi kecantikan wajah dan fisiknya yang nampak. Hal tersebut akan tinggal selamanya. Adapun kalau kecantikan wajah maka akan berubah (yaitu kerena faktor usia) hanya dalam ukuran tahun.</p>
<p>Untuk wanita yang buruk akhlaqnya, kalau dia tua maka dia akan mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia masih muda dan merasa seperti wanita-wanita yang berumur belasan tahun. Dia tidak akan punya waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengurus anak-anak atau bahkan suaminya. Sebaliknya dia akan berada di depan kaca, menggunakan make-up, dan mencoba menyembunyikan keriput dan noda-noda di wajahnya.</p>
<p>Wanita yang baik, akan selalu ingat akan tanggung jawab terhadap suaminya dan kewajibannya kepada Allah. Dia akan selalu mengingatkannya untuk sholat, mendorongnya untuk berdakwah dan mendukung jihad serta mengerjakan kewajiban-kewajibannya tanpa diminta. Jika suaminya baik maka suaminya akan memenuhi kebutuhannya dan memperhatikannya, dia tidak akan pernah melirik wanita lain karena istrinya tertambat di dalam hatinya.</p>
<p>Abdullah bin Rawaahah Radliallahu Anhu memiliki seorang budak hitam. Dia pernah memukulnya dan kemudian dia merasa bersalah karena telah melakukannya. Dia kemudian pergi menemui Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam dan mengatakan kepadanya apa yang terjadi. Nabi bertanya kepada Abdullah tentang gambaran karakternya. Abdullah menginformasikan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bahwa dia (budak wanitanya) berpuasa, sholat dan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bertanya lagi, &#8220;Berarti dia adalah seorang yang beriman.&#8221; Abdullah Radliallahu Anhu berkata, &#8220;Saya akan pergi untuk membebaskannya dan menikahinya.&#8221;</p>
<p>Ada beberapa orang yang mulai mencela Abdullah karena menikahi seorang budak wanita, karena mereka masih sering melirik orang-orang kafir untuk mereka nikahi. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala kemudian menurunkan ayat :</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.&#8221; (QS. Al-Baqarah, 2:221)</p>
<p>Dilaporkan juga bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan wanita berkulit hitam yang berada di bawah kekuasaan Hudaifah bin al-Yaman Radliallahu Anhu. Hudaifah berkata kepada Khansaa’, budak wanitanya : &#8220;Wahai Khansaa’, Allah telah berfirman tentang kamu. Oleh karena itu, saya akan membebaskanmu, kemudian menikahimu.&#8221;</p>
<p>Dalam ayat ini subyek utamanya adalah agama yang baik. Kecantikan tubuh atau wajah bersifat subyektif tiap orang. Beberapa orang menyukai wanita dengan hidung yang mancung, yang lainnya menyukai wanita dengan hidung yang pendek. Beberapa orang juga menyukai wanita yang bermata lebar, adapun yang lain lebih tertarik pada wanita yang bermata sipit. Beberapa laki-laki menyukai wanita yang besar, yang lainnya menyukai yang langsing. Beberapa diantaranya menyukai wanita yang pendek, yang lainnya suka yang tinggi. Jadi kecantikan itu tergantung mata yang melihat. Apakah keumuman setiap laki-laki menyukai wanita yang baik agamanya, personalitas dan karakternya? Atau lebih menyukai wanita yang cantik di luar sana akan tetapi dia suka menyumpah, berteriak-teriak dan memiliki karakter yang buruk?</p>
<p>Dilaporkan dalam Shohih Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Tiga orang yang akan mendapatkan pahala ganda yaitu:</p>
<p>(1) Seseorang dari golongan ahlul kitab (Yahudi atau Nasrani) yang beriman kepada nabinya (Isa atau Musa) kemudian beriman kepada Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam (yaitu masuk Islam).</p>
<p>(2)  Seorang budak yang memenuhi kewajibannya kepada Allah dan juga kepada majikannya.</p>
<p>(3) Seorang majikan (pemilik budak) yang memiliki budak wanita kemudian mengajarinya jalan yang terbaik (dien/agama), membebaskannya kemudian menikahinya. Bagi dirinya (orang majikan tersebut) akan mendapatkan 2 pahala.&#8221;</p>
<p>(Kitab Ilmu, Bab 31, Hadist No. 97).</p>
<p>Pasangan yang terbaik dalam hidup ini adalah wanita yang beriman (muslim) dengan kebaikan agamanya maka ia akan dapat menolong suaminya untuk menempuh kehidupan yang sesuai dengan Islam.</p>
<p>Istri yang baik adalah seperti Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anhu, istri Nabi Salallahu Alaihi Wasallam, wanita yang mengimaninya ketika orang-orang mengkufurinya; mempercayainya ketika orang-orang tidak mempercayainya; menerima apa yang beliau katakan ketika orang-orang mengingkarinya; melindunginya ketika beliau membutuhkannya; menolongnya ketika orang-orang mencoba untuk mencelakakannya. Khadijah mendampinginya dalam kehidupan yang susah maupun senang.</p>
<p>Wanita yang baik adalah seperti Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, wanita yang sangat bangga akan agamanya. Dia mengirimkan anak laki-lakinya ke jalan surga dengan syahid, dan dia mendorongnya untuk berdiri teguh di depan Thaghut sampai mati dengan kematian yang mulia.</p>
<p>Istri yang baik adalah seperti Shafiyyah binti Abdil Muthalib Radhiyallahu Anhu, wanita yang sibuk ke medan perang untuk memerangi Yahudi yang ingin menyerang kehormatan orang-orang yang beriman.</p>
<p>Istri yang baik adalah seperti Sahaabiyyah Khansaa&#8217; Radhiyallahu Anhu, wanita yang mengirim semua anak laki-lakinya yang berjumlah 4 untuk pergi berjihad. Ketika datang berita bahwa keempat anak laki-lakinya syahid, dia berkata: &#8220;Terima kasih ya Allah karena telah menjadikan mereka semua syahid dan aku berdo’a agar aku dapat bertemu dengan mereka di hari pengadilan nanti!&#8221;</p>
<p>Istri yang baik adalah Waluud yang artinya dia ingin memiliki anak. Dia bukanlah seseorang yang mengatakan, &#8220;Aku ingin menjaga penampilanku dan tidak ingin memiliki anak.&#8221; Istri yang baik adalah orang yang ingin memiliki banyak anak.</p>
<p>Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Menikahlah dan perbanyaklah anak-anakmu, sesungguhnya aku akan membanggakan kamu di hari pengadilan nanti.&#8221; (Shahih al-Jaami’, Hadist No. 3366)</p>
<p>Jadi tujuan dari pernikahan bukan hanya untuk memperoleh kenikmatan akan tetapi juga untuk meneruskan ras manusia.</p>
<p>Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.&#8221; (QS Al-Kahfi: 46)</p>
<p>Allah Subhaanahu Wa Ta’ala juga berfirman:</p>
<p>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).&#8221; (QS Ali Imran: 14)</p>
<p>Ada banyak hal yang diingini oleh manusia-manusia: wanita, anak-anak, emas, perak (harta), kuda dan seterusnya; akan tetapi apa yang Allah berikan kepada kita di akhirat adalah jauh lebih baik.</p>
<p>Dalam Surat Maryam dikatakan bahwa Zakariyyah Alaihi Salam memohon kepada Allah:</p>
<p>&#8220;Ia berkata: &#8216;Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya&#8217;qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.&#8221; (QS Maryam: 4-6)</p>
<p>Jadi alasan menikah adalah memiliki anak. Inilah kenapa sangat penting bagi wanita untuk memahami hal ini sebelum dia menikah, yaitu dia diharapkan untuk memiliki anak, bukan untuk menyelesaikan pendidikannya atau belajar mengendarai mobil.</p>
<p>Jika dia tidak tahu bagaimana cara untuk memasak, bersih-bersih, mencuci atau menjahit, tidak juga ingin memiliki anak, lantas untuk apa dia sebagai seorang istri?</p>
<p>Wanita yang baik adalah yang lembut, bijaksana dan lemah lembut. Jika suaminya berbicara kepadanya, dia tidak membantah atau berteriak kembali kepadanya. Sekiranya dia seorang istri, dia bukanlah pegulat atau petinju.</p>
<p>Mukmin yang baik, suami yang baik dan istri yang baik akan meminta dan memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang sholeh:</p>
<p>&#8220;Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.&#8221; (QS Al-Furqaan: 74)</p>
<p>Bahkan malaikat-malaikat beristighfar dan memohonkan ampun kepada Allah untuk manusia, istrinya dan anak-anaknya serta menjadikan mereka bahagia:</p>
<p>&#8220;Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga &#8216;Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (QS Al-Mu’min: 8)</p>
<p>Kenikmatan dunia adalah istri dan anak. Jika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak disebabkan dia sakit maka ini bukanlah kekuasaan-Nya. Akan tetapi jika dia sangat menginginkan untuk memiliki anak maka dia adalah wanita yang baik agamanya. Dia tidak harus cantik (sesuai dengan pandangan beberapa orang), akan tetapi dia dapat menawan hati suaminya dengan karakternya dan personalitasnya. Daripada menggunakan kecantikannya akan tetapi di setiap waktu dia berbicara dengan suara seperti George Bush atau Khaddafi.</p>
<p>Dilaporkan dalam Sunan Abu Dawud bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam dan berkata kepadanya, &#8220;Aku mencintai seorang wanita yang baik nama (statusnya) yaitu cantik, akan tetapi tidak bisa punya anak. Apakah anda menyarankan aku untuk menikah dengannya?&#8221; Nabi Salallahu Alaihi Wasallam berkata, &#8220;Jangan.&#8221; Laki-laki tadi datang kembali 2 kali akan tetapi setiap kesempatan Nabi Salallahu Alaihi Wasallam menjawabnya, &#8220;Jangan.&#8221; Setelah waktu yang ketiga kalinya Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Nikahilah wanita yang waduud (patuh, takut kepada suami) dan waluud (bisa punya anak). Aku akan membanggakan kamu (di hari pengadilan nanti).&#8221; (Sunan Abu Dawud, Kitabun Nikaah, Hadist No. 2050)</p>
<p>Wanita yang waluud yaitu bisa punya anak dan memiliki kesehatan yang bagus. Biasanya jika ibunya atau bibinya punya anak banyak maka dia akan mampu memiliki anak juga.</p>
<p>Wanita yang waduud adalah wanita yang bijaksana dan baik terhadap suaminya. Dia tersenyum kepadanya, berbicara dengan bijak dan ingin suaminya menjadi bahaga. Dia akan tersenyum dengan cinta dan kasih sayang.</p>
<p>Dilaporkan dalam hadits shahih al-Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Di antara semua wanita-wanita yang menunggang onta (yaitu wanita-wanita Arab); wanita dari Bani Quraisy adalah yang terbaik. Mereka penyayang dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan penjaga terbaik atas kekayaan suami mereka.&#8221; (Al-Bukhari, Kitab 60, Bab 46, Hadist No. 3434)</p>
<p>Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menggambarkan mereka sebagai yang terbaik karena mereka lemah lembut dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan secara otomatis akan disayang dan diridhai suami mereka.</p>
<p>Wanita yang baik adalah penjaga dan pelindung harta kekayaan dan rahasia-rahasia suami mereka. Apa yang suaminya katakan terhadapnya secara pribadi, dia tidak seharusnya mempublikasikan atau mengatakan kepada temannnya.</p>
<p>Mudah untuk mendapatkan suami yang baik saat ini, akan tetapi tidak mudah untuk mendapatkan istri yang baik.</p>
<p>Istri yang baik akan mengikuti pendapat (hukum) dari suaminya, bukan dengan pendapatnya sendiri. Dia tidak akan mengatakan kepadanya, &#8220;Kamu dapat merayakan I’ed hari ini, akan tetapi aku akan merayakannya besok.&#8221;</p>
<p>Seorang suami tidak akan pernah hidup dalam ketenangan jika menikah dengan wanita yang agamanya sesat, seorang Habashi, Deobandi atau Tahriiri. Inilah kenapa begitu penting bagi dirinya untuk menikahi seorang wanita yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (mengikuti nabi dan sahabat-sahabatnya).</p>
<p>Keduanya idealnya memiliki agama yang sama dan aqidah (keyakinan) yang sama. Jika seorang istri mengimani bahwa Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, sementara suaminya mengimani bahwa Allah ada dimana-mana, maka akan selalu terjadi perselisihan pendapat dan debat argumen, adapun pernikahannya tidak akan bisa melakukan kerjasama diantara keduanya.</p>
<p>Agama yang baik bukan hanya shalat atau berpuasa. Jika seorang laki-laki memiliki agama yang baik, dia akan mengimani bahwa Yahudi dan Nasrani adalah kafir, dan jika wanita memiliki agama yang buruk maka dia akan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman.</p>
<p>Lebih lanjut, wanita tersebut akan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah negara sekuler, dimana pikiran-pikiran mereka akan diracuni dengan pemikiran kufur.</p>
<p>Jika seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita Barelwi atau pelaku bid’ah maka istrinya akan mengajarkan anak-anaknya untuk menyembah kuburan dan meminta bantuan dari orang yang sudah meninggal dunia.</p>
<p>Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.&#8221; (QS Ar-Ruum: 21)</p>
<p>Bagaimana mungkin akan ada ketenangan dalam pernikahan jika istrinya menekan suaminya untuk membelikannya baju-baru baru, sepatu berhak tinggi, tas dan barang-barang perhiasan setiap hari? Setiap hari dia butuh waktu berjam-jam untuk bermake-up (berhias) dan jika suaminya mengomentarinya mengenai satu hal maka dia akan membuat hidup suaminya sedih. Itu bukanlah sifat seorang istri yang seharusnya.</p>
<p>Wanita butuh untuk meraih cinta dari suaminya dan menginginkan untuk dapat meraih surga melaui taat pada suaminya. Dia akan memasak untuknya, membersihkan baju-bajunya, menyetrika pakaian-pakaiannya dan menyiapkan makanan. Dia bukanlah seorang budak atau pembantu, akan tetapi ini adalah peran normal dari seorang istri.</p>
<p>Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Aku akan informasikan kepadamu tentang wanita ahli surga! (mereka adalah) waduud (penuh kasih sayang dan sayang kepada suami mereka), waluud (subur) dan bermanfaat. Jika dia berpamitan kepadamu maka dia akan mengatakan, “Disini tanganku yang ada dalam tanganmu. Saya tidak bisa tidur hingga kamu senang.&#8221; (Shohih al-Jaami’)</p>
<p>Hadits ini menggambarkan seorang wanita jannah (surga) yang digambarkan sebagai seorang yang tidak akan beranjak tidur (setelah berpamitan kepada suaminya) hingga dia memegang tangannya dan berkata, &#8220;Saya akan beranjak tidur hingga kamu ridha terhadapku.&#8221; Atau hingga dia dimaafkan. Di manakah macam wanita jenis ini sekarang ini? Sekarang, jika suami berpamitan kepada istrinya maka istrinya akan mengatakan kepadanya pergilah ke neraka dan membuat suaminya tidur dalam kebun.</p>
<p>Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menyarankan para pengikut-pengikutnya untuk menikah dengan wanita yang perawan. Konsep ini memberi tekanan bagi seorang wanita agar mempertimbangkan dengan benar masalah perceraian karena dia akan mengetahui bahwa akan sulit baginya untuk menikah lagi.</p>
<p>Inilah salah satu cara bahwa Islam melindungi keluarga; seorang istri tidak bisa lari hanya karena dia tidak memiliki televisi (sebagai contoh) karena dia tahu bahwa perceraian adalah sebuah pantangan dalam pernikahan.</p>
<p>Saat ini jika seorang suami mencoba menasehati dispilin kepada istrinya maka istrinya akan berteriak kepadanya atau berpikir bahwa suaminya mencoba untuk mengontrolnya.</p>
<p>Lebih lanjut jika dia (suaminya) berpamitan kepada istrinya maka dia tidak akan menemaninya karena dia pergi untuk melihat TV dan melihat laki-laki lain yang dia sukai.</p>
<p>Pada masa lalu, seorang ibu menasehati anak perempuannya, &#8220;Jadilah sebagai pembantu/hambanya, maka dia akan menjadi hambamu. Jadilah lahannya, dan dia akan menjadi akarmu.&#8221;</p>
<p>Saya berdoa kepada Allah semoga pelajaran ini dapat memberi pencerahan atas kriteria untuk memilih patner yang baik. Selalu perhatikanlah kebaikan agamanya karena orang yang mengetahui hukum syari’ah maka diapun juga akan mengetahui mana yang halal dan yang haram.</p>
<p>Wallahu’alam bis showab!</p>
<p><a href="http://www.almuhajirun.com/">http://www.almuhajirun.com</a></p>
<p>Sumber : <a title="Istri yang Baik" href="http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/1591/istri-yang-baik" target="_blank">www.arrahmah.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=25&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/istri-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Mujahid &#8211; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah</title>
		<link>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/doa-mujahid-syaikhul-islam-ibnu-taimiyyah/</link>
		<comments>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/doa-mujahid-syaikhul-islam-ibnu-taimiyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberhamzah</dc:creator>
				<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberhamzah.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Yaa Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, satukanlah hati mereka, perbaikilah hubungan mereka, menangkanlah mereka atas musuhMu dan musuh mereka, berilah petunjuk mereka kepada jalan-jalan keselamatan, dan keluarkanlah mereka dari kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah mereka dari perbuatan-perbuatan keji yang lahir maupun yang batin, dan berkahilah pendengaran dan penglihatan mereka selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=20&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cyberhamzah.files.wordpress.com/2009/05/doamujahid-syaikhulislam.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-21" title="doamujahid-syaikhulislam" src="http://cyberhamzah.files.wordpress.com/2009/05/doamujahid-syaikhulislam.png?w=600" alt="doamujahid-syaikhulislam"   /></a></p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Yaa Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, satukanlah hati mereka, perbaikilah hubungan mereka, menangkanlah mereka atas musuhMu dan musuh mereka, berilah petunjuk mereka kepada jalan-jalan keselamatan, dan keluarkanlah mereka dari kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah mereka dari perbuatan-perbuatan keji yang lahir maupun yang batin, dan berkahilah pendengaran dan penglihatan mereka selama Engkau hidupkan mereka, dan jadikanlah mereka orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmatMu, memujiMu lantaran nikmat-nikmat tersebut, dan menerima nikmat-nikmat tersebut, dan sempurnakanlah nikmat-nikmat tersebut kepada mereka wahai Robb semesta alam. Yaa Allah menangkanlah kitabMu, diin (agama) Mu dan hamba-hambaMu yang beriman, dan menangkanlah petunjuk dan diinul haqq (agama yang benar) yang Engkau turunkan melalui Nabi Kami Muhammad SAW di atas semua diin (agama). Yaa Allah siksalah orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang menghalang-halangi dari jalanMu dan merubah diin (agama) Mu, dan memusuhi orang-orang beriman.</p>
<p>Yaa Allah cerai-beraikan kesepakatan mereka, perselisihkanlah hati mereka, dan jadikanlah kehancuran mereka pada usaha mereka, dan turunkanlah bencana kepada mereka. Yaa Allah turunkanlah siksaanMu yang tidak ada yang bisa menolaknya dari orang-orang yang jahat. Yaa Allah, yang menjalankan awan, yang menurunkan kitab, yang menghancurkan pasukan yang bersekutu, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka, dan menangkanlah kami atas mereka. Wahai Robb kami, tolonglah kami dan janganlah Engkau tolong orang yang memusuhi kami, menangkanlah kami dan jangan Engkau menangkan orang yang memusuhi kami, buatkanlah makar untuk membela kami dan jangan Engkau buatkan makar orang yang memusuhi kami, dan berilah petunjuk kepada kami, dan mudahkanlah kami dalam mendapatkan petunjuk, dan menangkanlah kami terhadap orang yang menganiaya kami. Wahai Robb kami, jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur, taat, tunduk, banyak berdo’a dan banyak bertaubat kepadamu. Wahai Robb kami, terimalah taubat kami, sucikanlah dosa kami, kokohkanlah hujjah jami, berilah petunjuk hati kami, luruskanlah lidah-lidah kami dan cabutlah kedengkian yang ada di dalam dada-dada kami.</p>
<p>Ibnu Taimiyyah berkata: “Lafadh do’a ini diriwayatkan oleh At Tirmidziy dengan sanad tunggal, dan ia menshohiihkannya, dan ini adalah termasuk do’a yang paling mencakup kebaikan dunia dan akherat, dan do’a ini ada penjelasannya yang sangat agung.” <em>(Al Fataawaa, Kitaabul Jihaad, dalam surat beliau kepada para sahabatnya ketika beliau berada di penjara Iskandariyah)</em></p>
<p><em>Sumber : <a title="Arrahmah Islamic Forum" href="http://www.arrahmah.com/index.php/forum/viewthread/1292/" target="_blank">www.arrahmah.com</a><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberhamzah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberhamzah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberhamzah.wordpress.com&amp;blog=7566131&amp;post=20&amp;subd=cyberhamzah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberhamzah.wordpress.com/2009/05/01/doa-mujahid-syaikhul-islam-ibnu-taimiyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a9cc9e0f5108e589051274dd0f673d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberhamzah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cyberhamzah.files.wordpress.com/2009/05/doamujahid-syaikhulislam.png" medium="image">
			<media:title type="html">doamujahid-syaikhulislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
